Jadi Miskin Di Hadapan Mertua
Adonan tersbut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan kemudian dikukus sampai matang.
Selain rasanya yang enak dan manis, ternyata kue ‘puro’ memiliki filosofi yang mendalam. Puro berasal dari Bahasa Jawa, yaitu “nyuwun pangapuro” yang berarti meminta maaf. Warna putih pada puro melambangkan kesucian, warna merah yang berasal dari gula merah diartikan semua kesalahan. Warna putih yang mendominasi kue ini berarti seberapa pun banyaknya dosa dan kesalahan, ampunan Alloh Maha Luas. Jajanan khas Jawa ini dalam penyajiannya umumnya setelah matang berbentuk seperti tumpeng, yang dalam penyajiannya diiris-iris, baru kemudian diletakkan ke piring saji, atau box saji.
"Lalu apa, Mbok?" tanya Dinda bing
Hot Chapters