Roh Jiwa Putri yang Teraniaya
Ibu mengangguk setuju, lalu menantang balik polisi, "Anda sudah dengar sendiri, 'kan? Anakku baru kehilangan barangnya belum lama ini, artinya dia masih ada di kota. Jasad di Lembah Liar itu sudah ditemukan sejak dua bulan lalu, mana mungkin itu putriku?"
"Tanpa bukti yang jelas, kalian malah membuat kesalahpahaman sebesar ini. Apa kalian pikir rakyat biasa seperti kami ini nggak bisa marah? Kalau nggak ada lagi yang perlu ditanyakan, biarkan kami pulang."
Ironisnya, sepanjang hidupnya, Ibu jarang memanggilku "anak" atau "putri" seperti ini. Biasanya aku hanya dipanggil "anak pembawa sial" atau "anak tak tahu diri".
Hot Chapters