Menikah dengan Tetangga Jutek
Bu Narti memberikan argumen.
“Ish, ibu! Sudah, ah. Ini namanya ghibah. Hati-hati kalau sampai jatuhnya fitnah. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan!” ujar Randi menimpali kata-kata ibunya.
“Lebih baik ibu tabayyun dulu sebelum bicara. Ingat, Bu, mulut kita ini nanti juga dimintai pertanggungjawaban di alam kubur. Kalau pun benar apa yang kita bicarakan dengan orang lain, jatuhnya tetap ghibah, lho,” ujar Randi sambil beranjak meninggalkan ibunya.