Pengkhianatan Istriku
"Halah! Mana ada maling yang mau mengaku."
"Tuan Tanaka, demi Allah dan Rasul-Nya. Fitnah yang kau lontarkan sungguh sangat keji," pungkasku. Sorot mata Tanaka tajam ke arahku.
"Cih! Ceramah saja di masjid, gembel. Harga dirimu sudah jatuh. Jangan sok menasehati," ketus Sarah.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, kami tidak bersalah. Semua ini fitnah keji. Kumohon percayalah," ujarku menerangkan.