Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Djewo ingin melihat seberapa jauh Mela berani melangkah di hadapannya. "Aku hanya ingin memberikan penghormatan terakhir pada pegawai loyal dari perusahaan mendiang ayahku," jawab Mela sambil menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak berkata kasar pada pamannya. Ia menekankan setiap kata dengan jelas dan memastikan Djewo mendengar penekanan pada frasa 'mendiang ayahku'. Dengan menyebut mendiang ayahnya, Mela secara halus mengingatkan Djewo tentang hak kepemilikan perusahaan itu sebenarnya sebelum direbut paksa.
803 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as quotes mendung
Read
+Library
Mandul

Mandul

tanya Riri dengan frustasi. "Tidak bisa. Lihat di notanya." Riri segera mencari nota itu. Dibawah nominal yang harus dibayar tertera sebuah tulisan. Barang yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan. Astaga! Riri semakin frustasi. Tidak pernah seumur hidupnya ia mempunyai perhiasan sebegitu mahalnya. Selama bersama Ayus, iapun hanya mampu menabung kurang lebih 50 juta di tabungan. Sedangkan uang cash, ia hanya memegang seperlunya saja.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as quotes mendung
Read
+Library
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

Ini adalah minuman kesayangannya, tapi sepadan jika ditukar dengan kenikmatan yang akan didapat dari gadis itu. Di geladak utama, bagian depan. "Mari kita minum sampai mabuk. Bukankah ini harus dirayakan? Apa yang akan kita jual ke ibukota kali ini, pasti menjadi yang termahal dari apa yang pernah kita jual," ujar Pan, sambil meletakkan kendi itu di atas meja. Tuan Mo dan Chan, yang awalnya sedang bermain kartu langsung tersenyum lebar saat melihat kendi-kendi itu.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as quotes mendung
Read
+Library
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi menjaga ketertiban sirkulasi udara kamar bungalow. ​Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk mendorong slot kunci jendela kuningan, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang selalu siap menjadi benteng pelindung bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif di depan dada, Madun menatap lembut ke arah kekasih bulenya yang nampak bangkit dari kasur. "Nah, kalau jendelanya s
107.0K viewsOngoingAdded to Library 272 Times as quotes mendung
Read
+Library
RATU VELENDOR

RATU VELENDOR

Sementara itu Xavier Vendove sedikit ragu-ragu untuk beberapa masalah: 'Beberapa hari lalu, kami kehilangan tunggang dan saat ini kami kekurangan Koin Emas untuk membeli kuda baru! Ketika dirinya pergi dari tempat itu Xavier Vendove memiliki cukup banyak koin emas. Tetapi setelah beberapa kali pertarungan juga jalan memutar, Xavier Vendove kehabisan koin! Saat ini, Xavier Vendove tidak tahu harus bagaimana dapat pergi. Xavier Vendove tanpa sadar memandang pada Silas Black di depannya sedikit ragu-ragu untuk bertanya: "Apakah di sini, Anda memiliki satu tunggang untuk di pinjamkan?" Xavier Vendove menatap Silas Black di depan dan berkata, "Tunggangan saya hilang dan kami tidak memiliki cukup
105.6K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as quotes mendung
Read
+Library
Mas Duda (Indonesia)

Mas Duda (Indonesia)

"Aku tidak bermaksud apapun." "Pendusta!" tekan Meliza dengan suara yang cukup kuat. "Aku tau ucapan itu seolah sedang menyindirku." "Benarkah?" tanya Pras berkerut alis, "kamu merasa tersinggung?" "Jangan membuang-buang waktu Pras hanya untuk hal yang konyol!"
9.7145.7K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as quotes mendung
Read
+Library
Dendam Pewaris Yang Terpendam

Dendam Pewaris Yang Terpendam

Mereka berdua tidak mengenakan peluru dan menyerang Sultan menggunakan pecutan serta pukulan dan tendangan. Membuat Sultan mulai tidak bisa bernafas karena merasa sesak setelah mendapatkan tendangan tajam di area dadanya. "Halah, begini doang hah kemampuanmu?" teriak Duarto. *** "Nini awas …," teriak Ki Ageng saat melihat Ni Nineung yang hendak ditembak oleh musuh. Ki Ageng langsung merangkul tubuh ni Nineung dan membuat mereka menunduk dan tiarap.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as quotes mendung
Read
+Library
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Setelah menutup pintu ia mengikuti langkah Namjun. “Bisakah kalian berhenti bermain? Dim Sum ini akan segera dingin,” ujar Namjun sambil mengeluarkan beberapa kotak yang berisi dim sum, salad sayur, taichan, ayam goreng, bahkan bakpao dari kantung plastik. Namun kedua rekannya itu mengabaikan panggilannya. Mereka masih terdengar berseru riang di depan televisi. “Wei Fang, Lan Huo.” Suara berat Shen Juan terdengar setelah pemuda itu mengeluarkan kotak terakhir yang berisi ayam kungpao dari plastik.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as quotes mendung
Read
+Library
CEO DINGIN ITU JODOHKU

CEO DINGIN ITU JODOHKU

“Eh lo berdua gila ya, malah ngomongin batang cowok gue! Lagian ya mau gede, panjang atau berurat kalau engga enak buat apa?” “Jadi punya si Doni engga gede dan engga panjang cong?” tanya Bernad. “Mana gue tau, nyipin juga belom,” ucap Jingga. “Alah engga mungkin banget cong lo belum nyicipin, kambing dipakein jas aja rahim yey langsung geter, apalagi liat Doni udah ngerengek minta di gituin pasti!” kata Bernad.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as quotes mendung
Read
+Library
Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam

Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam

"Amarah dan dendam gumiho itu sangat besar, kita tidak mudah mengubah takdir buruk yang harus kalian terima sebagai penebusan dosa, sau-satunya cara hanya dengan melenyapkanya selamanya" "Bagaimana caranya guru, kita bahkan tidak tau gumiho itu menyamar sebagai siapa?" "Tenang, aku akan membuatkan sebuah gelang yang bisa mendeteksi kehadiranya, namun ada harga yang harus dibayar" "Berapapun akan saya bayar guru" "Bukan masalah uang tapi soal pengorbanan, kalian harus merendam gelang itu dengan darah hati kalian sendiri setiap bulan, apa sanggup?"
10652 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as quotes mendung
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status