NASI BERKAT
Plastik kresek berisi krupuk gendar sisa jualannya ia taruh di samping kanan, sedangkan Hesti duduk di samping kirinya.
Seulas senyum terukir, menoleh untuk melihat apa yang dilakukan sahabatnya lalu pandangannya menatap lurus kedepan. Mencoba mencerna ucapan Hesti.
"Apa yang Bapak kamu bilang itu ada benarnya, tujuannya baik Hesti. Banyak orang yang lebih berilmu, kamu harus belajar dari siapapun dan di manapun. Jangan hanya mengandalkan Bapakmu, biar kamu lebih luas ilmunya. Kalau kamu udah merasa puas hanya dengan Bapakmu jadi timbulnya besar kepala, bisa jadi sombong dan merasa lebih dari yang lain karena anak seorang ustad."
Bab Populer