Antara Cinta dan Luka
Yang penting hanya satu kalimat yang Rain bisikkan ke telinga Rian
saat mereka berjalan meninggalkan Monas, tangan kecilnya menggenggam tangan ayahnya:
“Papa… aku mau jadi seperti kalian.
Nyanyi di rumput basah, tanpa apa-apa,
tapi bikin seluruh dunia nangis bahagia.”
Rian cium kening anaknya, air mata jatuh ke rambut ikal Rain.
“Kamu sudah jadi, Nak.
Kamu lahir di tengah badai.
Kamu adalah hujan itu sendiri.”
Dan di bawah langit Jakarta yang mulai gelap,