Dua Tuan Tampan
Ia hanya ingin melihat dari jauh, melihat bagaimana karya seni itu berkembang, melihat bagaimana Bima menerjemahkan ide-ide mereka.
Ia melihat Bima sedang sibuk melukis, kemejanya belepotan cat, wajahnya serius namun matanya berbinar. Mural itu tampak luar biasa, sebuah kombinasi indah antara elemen alam dan siluet manusia. Raina merasa bangga, sekaligus sedih. Ini adalah mimpinya, mimpinya yang terpaksa ia tinggalkan.
Saat Raina hendak pergi, Bima menoleh. Ia melihat Raina, dan senyum hangatnya merekah. "Raina! Kamu datang!"
Bab Populer