Binti Raharjo
“Bisa diam?!”
“Kita bisa ikhtiar apa gitu. Misalnya, bantalnya Maizyah di bolak-balik, siapa tahu bisa pulang. Atau, kita memanggil lewat gentong. Iya, kalau di tempatku gitu, Ang. Jadi nama si bocah yang minggat itu ditulis, di masukkan genthong, terus kita panggil tiga kali.”
“Serius?”
“Serius. Dua ratus lima puluh rius malahan, Ang."
Hot Chapters