Ranjang Pengantin
Di lantai lima, ruangan pengap tak bercahaya, bahkan matahari tak berani masuk mengintip melalui celah celah kaca nako tua yang ditutup rapat oleh gorden lusuh bewarna hitam.
Di dalam sana, sebuah ranjang yang berpenghuni, seseorang sedang berjuang menggerakkan tubuhnya yang lumpuh dibagian kanan, wajah yang dipenuhi bulu yang belum sempat dicukur serta tubuh yang mulai kurus tak terurus.
Pria itu berhasil menggeret sebelah kakinya untuk mendekati meja kecil di samping ranjang, dengan pandangan buram dan lidah kelu, dia menggapai gelas berisi air dengan tangan kirinya yang masih berfungsi dengan baik.
Hot Chapters