Kontrak Cinta Sang Muhallil
Tujuannya datang ke tempat itu memang untuk mengingatkan hari hari di mana dulu mereka pernah saling memadu kasih, di saat remaja sampai di dewasa tersemat pada mereka.
"Tidak meragukan? Ya, tentu tidak meragukan, jika Mas, juga tidak membuat hal-hal atau sesuatu yang menimbulkan keraguan," ucap Arini diplomatis.
"Kamu itu, masih kayak kita kuliah dulu. Cerdas bermain kata." Ilham tertawa kecil.
"Kalau lagi mood. Kalau lagi sebel otaknya ikutan, mampet."
"Tinggal asah, alirkan, jangan sampai mampet." Ilham tertawa mendengar jawaban Arini.
Hot Chapters