Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saat Istri Cantik Pergi, Tuan Dikara Memohon Kembali!

Saat Istri Cantik Pergi, Tuan Dikara Memohon Kembali!

"Aku menyebutnya… 'ruang tenang.' Tempat untuk introspeksi." Janeetha mengerutkan kening. "Untuk introspeksi? Maksudmu apa?" Dikara tersenyum, senyum yang hampir membuat Janeetha merinding. "Terkadang, seseorang perlu waktu untuk memikirkan tindakannya. Untuk memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan… atau mungkin butuhkan." Janeetha mundur selangkah. "Aku tidak mengerti. Kau bicara tentang siapa?"
104.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 168 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Pukulan, tebasan, ledakan—semua tertahan di udara, menjadi patung-patung pertempuran yang beku. Dari jauh, bayangan itu tertawa. “Lihatlah kalian. Pertarungan kalian abadi, tapi tak pernah sampai. Kalian adalah seni jeda. Sebuah puisi yang hanya koma.” --- Retakan Introspektif Rynor menutup matanya lagi. Bayangan dalam dirinya bertanya: “Kalau kau bisa menulis ulang kalimat, apakah kau berani menuliskan titik?”
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Pijatan Nikmat Sang CEO

Pijatan Nikmat Sang CEO

katanya suatu malam saat mereka duduk di bawah langit berbintang Bali, "bagaimana menurutmu jika kita membuat semacam retret?" "Retret?" Sara mengangkat alisnya. "Ya, sebuah tempat di mana orang-orang seperti diriku dulu bisa datang untuk menemukan kembali apa yang benar-benar penting bagi mereka." Nathaniel menjelaskan. "Bukan tempat terapi atau seminar motivasi yang kaku, tetapi ruang aman untuk bertanya dan merefleksikan hidup mereka dengan jujur." Sara menatapnya dengan pandangan penuh pemahaman. "Seperti tempat penyembuhan untuk jiwa-jiwa yang lelah."
4.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 131 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Dinikahi Calon Suami Mama

Dinikahi Calon Suami Mama

Tanpa ia sadari dari celah pintu saat di dalam tadi ada yang diam-diam memandanginya dengan sendu. * Di kamar mandi, Renjana belum melakukan ritualnya untuk menyentuh air. Ia malah berdiri di depan cermin, fokus mengamati pantulannya sendiri di sana dengan perasaan campur aduk. “Mana nih yang katanya nggak doyan om-om?” Matanya menyipit sengit. Berniat mengomeli pantulannya sendiri. “Ngakunya begitu, tapi kenapa tiap disentuh kamu terima-terima aja? Mampus! Jilat ludah sendiri kan sekarang? Kalau Zizi tau, dia pasti bakal puas ngetawain.”
1023.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 529 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

“Aku tahu kau dulu merangkak dengan keempat tangan dan kakimu, menyalak seperti anjing demi sepotong roti berjamur. Aku juga tahu mereka pernah menenggelamkan kepalamu ke dalam air hanya untuk bersenang-senang.” Aku dipaksa mengingat kembali masa kelam itu. Setiap kata yang diucapkannya menyeretku kembali ke neraka. Gelap. Sakit. Hilangnya harga diri. Tubuhku terus gemetar hebat. Mira mengangkat ponselnya dan tersenyum, seolah-olah sedang menghina dan meremehkanku. “Aku bukan cuma tahu aku bahkan punya videonya.”
6.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 196 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Selingkuh itu Ilmiah

Selingkuh itu Ilmiah

Setiap instalasi bukan untuk sekedar dilihat, tapi dialami. Instalasi pertama: “Cermin dengan Waktu Tunda” Orang berdiri di depannya, tapi pantulan wajah muncul setelah jeda lima detik. Inaya menjelaskan, “Kadang kita butuh jeda untuk melihat diri sendiri dengan jujur, bukan sekadar menilai seperti biasa.” Rayendra berdiri, menunggu. Lima detik berlalu. Pantulannya muncul: wajah lelah, tapi tak lagi pura-pura utuh.
828 viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Lalu, ia menarik diri. Getaran yang kami rasakan bukan lagi tarikan yang lapar, tapi sebuah... kontemplasi. Sebuah pengakuan. Tidak ada kata-kata yang diucapkan, tidak ada perjanjian yang dibuat. Tapi ketika kami menarik kesadaran kami kembali ke diri kami sendiri—dengan susah payah, seperti menyatukan pecahan kaca—kami merasakan perubahan di sekeliling kami.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Ia mencoba menghilangkan pikiran negatifnya. Amira memasuki ruangan kerjanya. Ruang pribadi yang belum pernah ia pakai sebelumnya. Ia dudukan tubuhnya dikursi. Ia sibakkan semua pikiran yang membuatnya gundah. Akhirnya ,ia mulai mengecek pembukuan dilaptopnya. Dia hilangkan semua prasangka yang membebaninya. Ia kembalikan niat awalnya untuk datang ke toko.
1054.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
Ketika Istriku Mulai Membangkang

Ketika Istriku Mulai Membangkang

Sebegini terus pojokkah dirinya ketika ia tak mempunyai apa-apa? "Kurang apa lagi aku selama ini, Bu? Aku udah cari kerja kemana-mana, Bu. Aku udah berusaha. Kalau Tuhan belum kasih kita rezeki, ya kita mau gimana lagi?" Yoga menjawab semakin panik. Keterpurukan yang ia rasakan ditambah dengan beban pikiran membuatnya merasa terpojok. "Kamu nggak usah nyangkal mulu, Yoga! Adikmu kehilangan motor kamu masih gini-gini aja! Introspeksi diri ajah! Mungkin usahamu belum maksimal!"
9.5242.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 8.3K Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
TOPENG SUAMI DAN ADIK ANGKATKU

TOPENG SUAMI DAN ADIK ANGKATKU

Sekalipun berulang kali aku berusaha menepis dan melupakannya. "Hey, kenapa melamun? Apa ada yang salah dariku?" Mas Denis sepertinya tahu apa yang mengusik benakku saat ini. "Katakan saja yang mengganjal hatimu supaya aku juga bisa introspeksi," ujarnya lagi membuatku semakin tak enak hati.
10108.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.7K Beses bilang renungan introspeksi diri
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status