MADU SATU MERTUA
“Aku mencintaimu sejak melihat kamu pertama kali dibawa Bapak ke rumah. Cintaku sangat besar bahkan. Cinta yang bercampur dengan rasa kasihan terhadap nasib yang menimpa kamu. Saat mengucapkan ijab qabul, aku telah berjanji untuk membuat kamu bahagia dan tidak akan menyakiti kamu. Maafkan aku, jika ketidakberanianku menolak permintaan Ibu membuatmu terluka. Maafkan orang tuaku yang telah ikut serta menorehkan rasa yang menyakitkan dalam hatimu. Tolong maafkan Rasti, aku janji, akan mengurus semuanya secepatnya, agar hatimu kembali tenang dan bahagia seperti dulu kala.”
Mas Danang yang tadinya duduk di ranjang, kini bersimpuh di bawah lututku.
“Aku pernah bilang, bukan? Ini semua hanya ujian.
Bab Populer