Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

"Aku rindu kita yang dulu, Luna. Aku rindu senyummu, rindu obrolan kita, rindu saat-saat kita bisa saling bercerita tanpa ada kemarahan di antara kita." Luna menelan ludah, mencoba meredam gejolak di dadanya. Kata-kata Hendri menyentuh bagian hatinya yang paling rapuh, bagian yang masih ingin percaya bahwa ada sedikit harapan bagi mereka. Tapi ingatan tentang tangis yang selalu ia tahan, luka yang tak terucap, dan malam-malam panjang yang ia habiskan dalam kesepian lebih kuat dari bujuk rayu Hendri.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Sungguh menggemaskan. "Iya?" "Ehm, tadi Mamak bilang kalau fotoku yang Papah minta waktu pamit mau kuliah, masih disimpan sampai sekarang, ya?" Jemarinya membelai-belai rambutku membuatku kurang fokus. "Iya. Hanya itu satu-satunya obat penawar rindu, Lian. Aku sangat menjaga benda berharga itu." "Masa iya sampai puluhan tahun di dalam dompet."
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Antara Aku Dan Kamu

Antara Aku Dan Kamu

"Kok bisa gitu?" Rudi ingin sekali memukul kepalanya saking kesal dengan pertanyaan Damian, dia yang belum menikah paham betul kenapa para wanita selalu ngambek duluan, kenapa yang sudah beristri malah balik bertanya kepadanya. "Yah kalau ada konflik bertengkar dong pak, nggak mungkin kan keluarga bapak adem terus." "Saya tahu kalau pertengkaran pasti ada konflik tapi, kenapa ngambeknya sampai segitu lamanya?"
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Selamanya Kamu

Selamanya Kamu

ucapnya. [SK] Keterangan: [1] Office boy Halo! Sejauh ini bisa ngikutin nggak? Comment yaaaa 💕
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

Rahma nampak keberatan dengan pertanyaan Amalia. "lima juta, kecil kan?" tanya Umi pada Amalia. "Itu sebulan apa sehari atau seminggu Tante?" tanya Amalia. "Nah ini yang belum pernah ditanyakan mereka. Jaka jawab perbulan, perminggu apa perhari?" tanya Umi pada Jaka. "Perhari Ma," jawab Jaka. "Hah perhari?" tanya Amalia dan Rahma serentak. "Saya jualan aja untung sehari belum tentu dapat 500 ribu," kata Rahma.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

' batin Kenzo. Matanya berkaca - kaca seakan tidak kuat menahan rasa rindunya pada Mama Ayu yang sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Kamu Semangatku

Kamu Semangatku

lanjut pak Herman. "Astaga, gimana tuh?" guman Rozi. "Bisa diam nggak lu!! Mau lu, di jemur di lapangan sama Pak herman?" sahut pelan Rendi menutup mulut Rozi. Karena dia tau, pak herman seperti apa. Bicaranya memang pelan, tetapi, sekali menghukum nggak tanggung tanggung. "Iya iya, sorry." "Ssst, diam." Rendi menutup mulut Rendi.
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Ibu mencium keningnya. Dan semoga jika nanti aku bertemu rindu yang datang, semua akan tetap baik-baik saja, kataku perlahan. ***
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

Namun tak lama setelah itu, ia kemudian menelepon lagi. “Ada apa lagi sih Za. Plisss….aku tidak mau berantem.” “Ciye…ada yang ngambek. Digoda begitu saja ngambek, jangan ngambek dong! kalau ngambek, nanti siapa yang mengobati rinduku. Senyum dong….senyum.” Ah, dasar. Bisa saja membuatku luluh. “Dasar ngombal.” “Begitu dong…” “Tadi mau cerita apa?”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Bukan Cinderella

Bukan Cinderella

“Marahmu, Rin.” “Aku nggak marah, cuma kesel!” Meskipun sudah menghabiskan uang Reno di beberapa butik, amarah Rindu belum juga reda. “Kamu gampar, kek, Ta. Atau, balas omongan orang itu.” Lita justru terkekeh santai menanggapi ocehan Rindu. “Aku sudah kebal. Males juga ngeladenin tong kosong kayak Anin. Dia itu cuma lagi nyari perhatian. Eh bentar.”
1043.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai rindu kamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status