Kasur Lapuk Untuk Ibu
Baru saja Bang Gagas mau menjawab pertanyaanku, kudengar suara ambulance begitu riuh, saat kutengok ternyata mobil itu menuju kearah rumah kak Inggit, ya Allah ada apa ini semoga saja tak ada kejadian yang tak diinginkan pada wanita itu, sekasar-kasarnya dia, Kak inggit tetaplah masih bagian dari keluarga kami.
"Itu, Bang. Disana." Tunjuk ku pada rumah bercat biru tersebut.
Dan benar saja mobil ambulance itu sudah bertengger di dekat halaman rumahnya, kulihat warga berbondong-bondong melihat apa yang terjadi disana, mereka terlihat begitu antusias walaupun hujan mengguyur begitu derasnya.
Bab Populer