LAILA
Tidak membutuhkan waktu lama kami sampai di rumah yang dimaksud Wira.
"Terlihat terlalu sederhana ya?" Tanya Wira.
"Asalkan dapat berlindung dari panas dan hujan, itu sudah cukup." Balasku.
Rumah ini minimalis, tanpa pagar, berlantai dua. Ada satu pintu besar mungkin itu buat mobil dan ada pintu kecil, kami masuk lewat sana. Pintu ini di buka dengan cara digeser. Di dalam kami dihadapkan ruang tamu putih polos dengan hanya ada meja dan sofa berwarna abu-abu. Kami lanjut ke ruang berikutnya. Di samping kanan ada kamar kecil dan kamar mandi saling berdampingan. Di sisi kiri ada tangga menuju lantai dua. Di depan ada dapur yang menyatu dengan meja makan. Wira meletakan bahan makanan di sana.