Bukan Teman Tapi Sekamar?
Ia berusaha untuk mengenyahkan rasa sakit yang terasa pada perpotongan tangannya.
“Seseorang menjebakku lagi,” lirih Senja. Nada bicaranya benar-benar sangat pelan. Bahkan hampir tersapu angin. Sekarang masih pukul setengah dua pagi, deburan ombak bisa terdengar karena keheningan.
Lirihan itu awalnya membuat Amanda tidak mengerti. Dijebak, apa maksud Senja?
“Obat perangsang,” jelas Senja masih dengan nada kecil yang sama seperti sebelumnya. Amanda mendelik, obat laknat itu?!