Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sabitah

Sabitah

Reandra mencoba tersenyum tipis. “Aku harap kau bisa memahami keadaanku. Karena sikapku yang seperti ini semata-mata agar aku segera bisa mengeluarkan adikku dari tempat entah di mana itu,” ucap Juna. “Adik?” “Ya. Adik yang sangat aku sayangi, Sabitah Nayanika....” ***
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Menunjuk dada Caca. "Tapi Kak, kalau tidur di jalanan dingin," "Tidak apa-apa, Tuhan Maha Tahu dan Maha Penyayang, kelak Caca dan yang lainnya akan mendapatkan hadiah kebahagiaan yang kekal." Intan meyakinkan. "Apa?" "Surga yang abadi, asalkan kita sabar dan tabah menjalani hidup ini," seru Intan sambil mengelus kepala Caca.
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

BAB 67 Kemarahan "Aku 'kan hanya menggodamu saja, tidak serius ingin kopi pahit," ujar Atha membuat Anisa mengerucutkan bibirnya. "Pokoknya kamu harus habiskan! titik." Anisa langsung bangkit saat mendengar suara tangisan Haidar, meninggalkan Atha yang terbengong melihat tingkahnya. "Harusnya tadi aku tidak mengodanya," keluh Atha lalu menyeruput kopi dan mengeryit tidak suka karena pahit sekali.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

"Apa yang lo bilang barusan?!" Runa menundukkan kepalanya ketika sadar bahwa atmosfer di ruangan ini tak lagi mengenakkan baginya untuk bernapas. Chandra yang memandangnya penuh emosi terpaksa keluar ketika sang perias memasuki ruangan dimana mereka saat ini berada. "Mba calon pengantinnya Mas Chandra?"
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

panggilnya pada seorang berperawakan seperti perempuan yang dinikahinya itu di depan teras rumah. Sosok itu menoleh dan mengangguk sopan sambil cepat-cepat menunduk. "Lia? Kamu lihat Nisa, tidak?" tanya Ustadz Fahd melangkah lebih dekat. Hanya gelengan yang bisa diberikan perempuan berhijab dengan cadar sebagai penutup wajah itu.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

Adapun artinya adalah Ya Allah aku mohon pada-Mu rezeki yang bermanfaat, ilmu yang luas, dan kesembuhan dari semua penyakit. Tahapan selanjutnya adalah Sa'i. Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu perjalanan. Jadi, dari Safa ke Marwah dihitung satu perjalanan. Marwah ke Safa dihitung dua perjalanan, dan seterusnya. Aku dan Jamie melakukan Sai dengan berjalan. Tetapi di perbatasan lampu hijau, kami harus berlari-lari kecil. Kami melakukan Sai sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke bukit Marwa.
9.9195.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Salahkah Menjadi Janda?

Salahkah Menjadi Janda?

Yang kutahu itu adalah pakaian. "Lho, kok pakaian bayi?" seruan Ditha membuatku kembali melihat paket itu. "Itu untuk kakakmu?" Sarah mengangguk. "Kakakmu lagi hamil?" tanya Diana. "Iya, udah empat bulan lho," kata Sarah bangga. "Kok kamu udah beli baju bayi sedangkan kakakmu masih hamil empat bulan?" tanya Ditha. "Pamali kata orang Jawa beli perlengkapan bayi sebelum tujuh bulanan."
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Obsesi Cinta Sang Mafia

Obsesi Cinta Sang Mafia

Rasa ingin terus kembali ke kota suci. Aisyah memasuki Masjidil Haram, langkahnya terhenti. Di hadapannya berdiri Ka'bah, hitam dan agung, dikelilingi cahaya lampu yang lembut. Air mata pun jatuh tanpa bisa ditahan. Dia menutup wajah dengan kedua tangan, merasakan getaran iman yang meresap ke dalam dada. Dunia seakan berhenti berputar, hanya ada dirinya dan Allah. “Aisyah.” Khaled tersenyum melihat Aisyah dan pria itu mulai memanjatkan doa. Dia ingin terus bersama wanita pilihannya. Calon istri yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya.
1013.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Pak Haji? Masa Pak Haji begitu, Pak?" Triman menghembuskan asap rokoknya sebelum tertawa. Giginya yang kuning kehitaman tampak begitu menyeramkan diterpa cahaya lampu warung. "Hari gini, Pak. Haji yo, Haji. Pasti nggak bener! Lha, kalau bener... masa maksa dipanggil Pak Haji? Orang Nabi Muhammad saja duluan naik haji tidak dipanggil Haji Muhammad? Keblinger tuh yang mabok ke Mekkah biar cuma bisa dituduh calon surga. Tapi sedekah aja ora! Penting banget kali yo, pake gelar usai dari sana. Memang Ka'bah itu tempat wisuda apa? Banyak yang begitu, termasuk mantan pacarnya Si Dina Supiah iku!"
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai sajadah ka'bah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status