Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

rungutku kesal. “Lah, manalah Abang tau Dek, mana yang Kw mana yang asli. Yang pasti spring bed ini warnanya pink, ya langsung aja Abang beli. Harganya juga murah loh di banding yang di shoopee dua puluh lima juta.sama dua juta lima ratus, 10 kali lipat loh itu selisihnya.” ucap Bang Kay membela diri. Kenapa lah, laki-laki ini kalau belanja kok ya ga mikir. Ga mempertimbangkan untung rugi.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
DUKU (DUDA KUAT)

DUKU (DUDA KUAT)

jawab Salsa berbohong. "Jika masuk angin yang merah itu biasanya punggung, tapi ini mata Mbak Salsa masih nampak merah seperti orang habis menangis lama. Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Satria selidik. "Mata saya dipipisin kecoa, Bang, jadi begini," jawab Salsa asal. Satria tertawa pendek. Gimana kalau yang pipisin ... aish!
9.9177.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai salep merah
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
iwan bandoenk
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 𝐝𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐝𝐫 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐲𝐠 𝐰 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐒𝐚𝐭 𝐲𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐚𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐛𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐰 𝐜𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫-𝐜𝐞𝐧𝐠𝐢𝐫 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐤𝐲𝐤 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐠𝐢𝐥𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞"𝐝𝐢 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐰 ......
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Tante Retno, I Love You

Tante Retno, I Love You

"Ya gimana lagi, soalnya mau tukar tambah nggak ada yang terima. Di jual di shopee juga belum tentu laku juga." "Mbak, Lo gimana sih, di shopee jangankan jual suami, jual pahala surga aja ada. Gue yakin banget, andai Lo flash sale Mas Juna, dijamin Mas Juna cepet lakunya nggak sampai satu menit sold out," kata Manda sambil mulai berdiri pelan. Kini Juna, Nada dan Prima mengikuti Manda untuk mulai bangkit berdiri.
13.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta

ucap Dewi sambil menunjuk mawar merah di tempat jualannya. “Kalau mawar yang merah itu 1nya 15k dek tapi kalau mau beli 3 40k ngga apa-apa.” “Oh gitu bentar pak saya ke teman saya dulu ya siapa tau mau beli juga.” “Oke dek.”
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Benang Merah

Benang Merah

tanya Malvim cemas. "Hm, masih sakit sih Kak, tapi ayo kita pulang saja" jawab Aileen lemas. Ketika Aileen berdiri dari bangku halte itu, betapa terkejutnya Malvin melihat bagian belakang celana Aileen. Celana ia dipenuhi noda darah, sialnya kala itu Aileen memakai celana jeans pendek berwarna putih gading, sehingga terpampang nyata darah merah itu tembus mengenai celananya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Kultivasi Awan Surga

Kultivasi Awan Surga

Oleh karena itu, para pembeli berpengalaman tetap tenang. "Rumput Api Merah, kualitas terbaik, harga wajar, tawaran yang adil untuk semua usia. Hanya satu Poin Prestasi untuk satu batang—ini benar-benar murah. Lihatlah, jangan lewatkan! Dengan hanya satu Poin Prestasi, nilainya tak ternilai." Seorang murid dengan antusias menjual barangnya di tempat yang tidak jauh. Namun, kerumunan di sekitar kiosnya sangat sepi.
9.2116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Rena memanggilnya seperti itu karena si penjual tampak masih remaja. “Mau beli yang warna apa, Kak? Merah muda, ungu, biru, atau yang pelangi?” Sangat antusias menawarkan dagangannya. Senyum manis Rena mengembang. Semangat juang ini yang dulu ia miliki. “Yang pelangi kayaknya enak. Boleh, deh!” Si penjual langsung membuatkan pesanan Rena dengan sigap. Tangannya begitu cekatan saat memutar-mutar gagang hingga permen yang berbentuk bak kapas mulai tergulung besar.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Kesepakatan di Balik Gaun Pengantin

Kesepakatan di Balik Gaun Pengantin

Siaran langsung dimulai. “Halo semuanya... selamat malam,” ucap Seline, suaranya terdengar sedikit pelan di awal, tapi lama-lama mulai terdengar stabil. “Aku Seline. Terima kasih yang sudah mampir ke live pertamaku malam ini.” Ia mulai memperkenalkan produk pertamanya. Dompet rajut warna sage yang ia beri nama Serena. Ia menjelaskan proses pembuatannya, bahan yang digunakan, dan mengapa warna itu menjadi favorit banyak orang.
95.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Setelah itu, tiba-tiba sebuah spanduk merah dipasang di gedung di seberang jalan dengan tulisan yang besar. [ Selamat Peresmian Pembukaan Perusahaan Salep Peremajaan. ] Setelah spanduk itu terbuka, jalanan di sekitarnya langsung menjadi ramai. Dua kelompok grup hiburan bergerak mendekati perusahaan Salep Peremajaan yang menarik perhatian banyak orang di sepanjang jalan yang dilewatinya.
8.83.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145.2K kali sebagai salep merah
Tampilkan Ulasan (736)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan di
Harsya Effendi
cih penulis novel ini ga punya wawasan luas dan bodoh, setiap ada rintangan dan masalah yg di hadapi tokoh utama pasti masalahnya sama dan terus berulang ulang seperti ini, darimulai wendy, carlos, arnold sampai handy di bab 400san, sungguh membosankan, kenapa selalu di hadirkan tokoh tokoh yg sama
Baca Semua Ulasan
Payung Merah

Payung Merah

Reiden terkekeh. "Bukan karna uang aku memberinya kartu nama, dia membawa payung merah," beber Axel. Reiden masih terkekeh, "Apakah semua gadis yang membawa payung merah akan kau beri kartu nama?" Axel menangkap nada sindiran dalam nada suara Reiden, "Bukan payung merah biasa, itu payung merah milik kita." Reiden terkesiap, "Kau serius?"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai salep merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status