Teka-Teki yang Disembunyikan Istriku
Kemudian, saat aku hendak menghubungi Lira, nomor kontak yang tadi disebut bulek nomor barunya Sekar menghubungi balik.
"Ini Sekar, Bulek? Coba Bulek yang ngomong," suruhku sambil menyodorkan ponsel.
Kemudian, Bulek angkat telepon darinya dengan mengaktifkan speaker.
"Bu, kenapa? Bagaimana dengan sandiwaranya?"
Aku terkejut dengan ucapan Sekar barusan. Bukan hanya aku, Bulek Marni pun matanya membuka lebar.