Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Topeng Sempurna Istri Pamong

Topeng Sempurna Istri Pamong

perintahku dengan intonasi suara yang sangat tegas. "Selain itu, saya ingin Anda menandatangani surat izin operasi khusus. Surat itu akan memberikan akses bebas hambatan bagi semua kendaraan PT. Santi Abadi Sejahtera di seluruh wilayah administratif Anda untuk selamanya," tambahku menyebutkan syarat kedua.
663 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO

Satria menuruni anak tangga yang menjulang tinggi di rumahnya. Sesaat, langkahnya terhenti ketika melihat secarik kertas tergeletak di meja yang tertindih dengan vas bunga di atasnya. Perlahan, ia mulai mengambil kertas tersebut dan mulai membaca tulisan yang tertera begitu rapi itu. Pak Satria yang terhormat, Maaf, jika saya telah lancang menulis surat ini pada Bapak. Jika Bapak membaca surat ini, pastinya saya sudah pulang.
9.9153.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai santri letter
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Suzy Ru
Hai guys, thanks you sudah mampir ke novel aku. Mumpung ada diskon dari bab berbayar. lanjut bacanya ya. Tak tanggung-tanggung, diskonnya 50% lho. yuk buruan! jangan lupa vote, komentar dan subscribe ya. Makasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Padahal Dion sudah senang bisa menyentuh tangan Santi. "Kamu siapa? Kenapa lancang sekali memegang tanganku?" ucap Santi. Santi mengelus tangannya, dia merasa jijik disentuh pria yang tidak dikenalnya. "Aku ini Dion. Silahkan baca surat wasiat ini!" ucap Dion. Dion mengambil selembar kertas dari tas ranselnya. Kemudian dia menyodorkan kertas itu. "Ini apa?!" tanya Santi jutek.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 874 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Desahan yang Didengar Anakku

Desahan yang Didengar Anakku

Setelah membantuku minum obat, Santi menyodorkan sebuah kertas yang dilipat persegi kepadaku. "Surat?" Aku kembali merasa aneh. "Iya, Bu. Pak Bastian menyuruh saya memberikan surat ini setelah Ibu bangun," kata Santi. Aku yang sudah kembali merebahkan tubuh usai minum obat, akhirnya menerima surat yang diberikan Santi. Penasaran dengan isinya, aku pun segera membuka surat dari Bastian kemudian membaca isinya yang cukup mengejutkan jantungku.
1025.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Siapa lagi kalau bukan Wira dan Roy, si anak reseh yang selalu bikin ulah. Pak Anto mencoba mendekati Santi. Posisi Santi terduduk sambil bersilah dan meletakkan kedua tangannya diatas lutut. "Maaf dengan siapa aku berbicara?" Ucap Pak Anto bertanya. Dijawab oleh Santi dengan nada suara yang menyerupai Lelaki tua, "Aku Wiraguna! Aku penunggu pohon besar tersebut," Pak Anto kembali bertanya, "Kenapa Mbah masuk kebadan anak ini?"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Godaan Jin Dasim

Godaan Jin Dasim

ucap Adi begitu di rumah. “Waalaikumsalam," balas Santi, "Loh? Kok pulang Bang?” “Aku berenti kerja, San.” “Apa!? Kenapa Bang?!” Bukannya senang, Santi tampak marah, "Kok kamu gitu sih!"
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

Namun, begitu Sri mendorong pintu ruang tengah, langkah kakinya seketika terkunci. ​Bu Sulastri duduk di kursi kayu dengan punggung tegak, namun bahunya bergetar hebat. Di atas meja kayu di hadapannya, tergeletak beberapa lembar kertas dokumen berlogo hukum yang sangat formal. ​Itu adalah dokumen Non-Disclosure Agreement (NDA) alias surat kontrak hubungan palsu antara Sri dan Sagara Mahardika.
613 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Mereka tidak boleh lepas kali ini, Rastiwi! Tidak akan pernah kubiarkan kesempatan emas ini terbuang begitu saja. Aku sudah menanti saat ini terlalu lama untuk pembalasan dendam ini." Sriti menyandarkan diri pada batang pohon, mengumpulkan seluruh kekuatannya, wajahnya menampilkan tekad membaja yang mengerikan. “Katakan padanya,” ucap Sriti dengan nada mengancam yang samar namun jelas terdengar, "bahwa Sanditaraparan sendiri yang meminta bantuan ini. Nama itu sudah cukup baginya untuk memobilisasi pasukan, bahkan seluruh sumber daya militernya jika diperlukan. Tidak ada alasan bagi seorang Kunara Sancaka untuk menolak permintaan dariku. Berikan kepadanya pesan yang gamblang: bahwa kegagalan
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

"Iya, rumor yang dulu sengaja dihentikan oleh Ayahmu!" Bob terlihat berpikir. "Kalo gitu… secara hukum posisi Bapak sebenarnya kuat!" "Sangat kuat," jawab Rania. Satria membuka halaman terakhir dari dokumen di tangannya. Ada sebuah surat yang ditulis dengan tangan. Ia membaca sebentar lalu menunjukkannya ke arah Bob. "Ini tulisan tangan kakek!" ucap Satria.
1076.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Ibu, CEO Tampan itu Ayahku!

Ibu, CEO Tampan itu Ayahku!

"Jerry, meskipun kamu punya niat baik, tapi menurutku akan ada orang yang tidak menghargainya dan kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Aku mendengar pembicaraan kalian tadi, Juanita yang memilih melepaskan semua ini." Sambil berbicara, Santi mengeluarkan sejumlah dokumen dari tasnya dan tersenyum dengan puas, "Jadi, mari kita ikuti keinginannya. Aku sudah menyiapkan semua dokumen dan kebetulan sekali kita bertemu di sini, kenapa tidak kita tanda tangani saja sekarang?" Kebetulan? Kata-kata Santi terdengar begitu munafik. Baru saja Jerry mengatakan bahwa dia datang kesini khusus untuk menemuinya.
9.334.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai santri letter
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status