GARA-GARA LUPA MEMATIKAN VIDEO CALL
Lelaki itu melempar map yang sedari tadi dipegangnya tepat di kaki Santi.
"Bacalah, setelah itu jika kamu ingin menyobek, membuang atau membakarnya, silakan. Aku masih punya banyak salinannya," ucap lelaki itu dengan senyum di sudut bibirnya.
Setelah kepergian para lelaki itu, Santi mengambil kertas yang tergeletak di sisi kakinya, setelah itu dia menekan bel rumahnya. Seperti bisa Mina tergopoh-gopoh mendekat, wanita setengah baya itu bergegas membuka pagar. Mina hendak menanyakan sesuatu, tetapi diurungkan ketika dilihatnya wajah Santi yang bermuram durja. Tanpa banyak bicara Santi pun segera mengayunkan langkahnya, meninggalkan Mina dengan seribu tanya di benaknya.
Hot Chapters