Cintaku 100 Hari
Sarapan pagi tersaji hangat.
"Pagi, Ibu, Ayah," sapa Zira sambil duduk.
"Pagi, sayang. Ayo sarapan dulu," ujar sang ibu
"Iya, Bu."
Zira menyantap makanannya dalam diam. Rasa tegang membuatnya tak terlalu berselera. la menghabiskan sarapannya perlahan sebelum akhirnya bangkit, berpamitan, lalu keluar rumah. Saat membuka pagar, langkahnya terhenti.
Hot Chapters