Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa

Walaupun selalu habis juga. "Mm, enak sih, cuma …." "Cuma apa?" "Kurang banyak tetelannya." Duh, Siska. Ada-ada saja. Apa dia nggak ingat sama timbunan lemak di badan? Kalau makan bakso maunya yang banyak tetelan. "Ada sih, yang tetelannya banyak, Sis. Ukuran baksonya juga lebih besar," sahutku. "Kenapa nggak beliin yang itu?"
1024.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 827 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Ia langsung tersenyum dan menyalami Zian. "Maaf membuatmu lama menunggu, tadi jalan macet sekali," ucap Zian yang dijawab anggukan oleh Rani. Rani kemudian bertanya, "Mas sudah makan?" "Sudah, tadi di rumah Dahlia," jawab Zian sambil duduk di sofa. "Duduk sini Mas mau bicara!" serunya sambil menepuk sisi kanannya. "Mas minum dulu ya, aku sudah bikinin lemon tea!" ujar Rani yang dijawab anggukan oleh Zian. Ia segera menuju ke dapur dan membuka lemari es.
9.725.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 688 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SAINGANKU

SUAMIKU SAINGANKU

Elang mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah kotak kecil berwarna biru muda. Dengan hati-hati, dia membukanya dan menghadapkannya padaku. Aku terkejut saat melihat isinya. Es krim dengan beberapa topping buah segar di atasnya. "Aku tadi abis mampir ke supermarket, dan lihat ini... Mungkin bisa bikin suasana hatimu sedikit lebih baik," katanya dengan senyum ringan, meskipun aku bisa melihat kegelisahan di balik mata cokelatnya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Suami Perkasa

Suami Perkasa

Pintu terbuka, dan pemandangan di depannya membuat darahnya mendidih. Sasa duduk di karpet, wajahnya cerah, sekarang rambut panjangnya tergerai indah. Ia sedang merangkai lego bersama Steve. Di meja, sudah ada dua gelas jus jeruk yang masih penuh. Steve menoleh cepat begitu melihat Sukma. Ada sedikit rasa bersalah di wajahnya, tapi hanya sesaat. “Kamu cepat sekali,” katanya datar.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

pinta Yuda pada Bree yang berdiri di sebelahku. Bree mengetuk punggung tanganku tapi tidak mengatakan apa pun. Kamar Junko bulan ini bertema seperti kedai es krim. Kamar Bree hanya punya dua dinding beton, tapi Junko punya tiga. Dan dinding putihnya dipenuhi dengan setrip navy vertikal serta tebaran potongan ilustrasi es krim yang sepertinya dilukis tangan dengan cat air.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Sexiest Journalist

Sexiest Journalist

Gemi terpaku di depan lemari pendingin. Menggigit bibir ujung bibir bawahnya dengan erat. Sama seperti lemari pendingin yang ada di rumah Lee di Jakarta, selalu saja tersedia sosis dan nugget di dalam sana. Kemudian, Gemi menoleh ke arah kanan, terlihat tumpukan telur yang ada di samping kompor.
9.9166.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
RF Riani
Sexiest Journalist kisah Gemi dan Lee yg penuh kerumitan Kesan : Cerita nya asyik gampang di mengerti dengan apa yg di sampaikan Kritik : Kurangnya keterbukaan dalam komunikasi diantara tokohnya terutama Gemi dan Lee (seandainya dari awal Gemi langsung cerita pas di jebak Aries
Novel Lovers
kesan : ini cerita yg berbeda jauh, dr MDS/MAL, sekalipun ada pras family di dlm nya. kritik : harus ada pesan moral, bahwa yg buruk akan menuai hasil buruk & utk karakter gemi yg pintar, sayangnya knp hrs kecolongan dgn aries.... pesan : karakter gemi sbg orang pintar, harusnya lebih tegas
Baca Semua Ulasan
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

Esensi yang tidak mungkin muncul di benua utama membuat mereka penasaran. Pak tua bungkuk yang merupakan Alkemis Aliansi Angin Malam bernama Tense, langsung mengajak pria kekar bernama Lemon ke suatu tempat. Mereka tidak menuju sumber energi itu, namun menuju suatu ruangan. Lemon merasa aneh dengan gelagat kakek bungkuk itu, namun ia tidak mendapatkan jawaban saat menanyakannya. Begitu sampai, ia langsung terkejut saat melihat lima tubuh tergeletak di ruangan itu. Ada satu tubuh yang menarik perhatiannya. Seorang laki-laki bertubuh tinggi kurus, dengan kedua tangan dan kakinya yang membeku. Jari-jari pada salah satu tangannya telah hancur, menjadi pecahan kristal es. Ada juga bekas luka tepa
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

“Bar, kita tinggal di rumah kontrakan dua kamar. DUA. KAMAR. Dan kamu bawa… benda segede gaban ini?” “Lemari,” koreksi Bara, sambil tersenyum bangga. “Bukan benda. L-e-m-a-r-i. Punya aura.” Siska menutup wajah dengan tangan. “Aura pusing!” Sore itu, lemari sudah berdiri dengan gagah di ruang tengah, tepat di samping sofa mungil mereka. Siska menatapnya dengan mata tajam, sementara Bara duduk di kursi seperti juri lomba seni.
768 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku

Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku

“Coba dulu. Jilat aja deh, sedikit.” Jade memegang tangan Sasha yang sedang memegang lemon dan mengarahkannya ke mulut Sasha. Dengan ragu, Sasha menjilat permukaan lemon. Mata Sasha membelalak kaget. “Hah?” Sasha kembali menjilat lemonnya. Bahkan ia menyedot sari-sari lemon itu sampai habis. “Kok bisa?” tanya Sasha kaget bercampur senang. Jade tertawa. “Itulah keajaibannya. Dia sendiri rasanya lumayan hambar, meskipun ada sedikit manis. Tapi begitu kita makan makanan lain, rasanya akan menjadi manis.”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

Ya, perempuan mungil itu melarikan diri begitu melihatnya, tentu bukan itu yang Leo inginkan, meski keberadaan tak terduga Hamza juga tak diinginkan. "Bang, lo penggemar Lemon?" Hamza memulai obrolan santai. Leo melirik gelas yang setengah penuh di tangannya, ia mengangkatnya, "Well, gua suka, rasanya seger." "Tapi, kan, asem, Bang!"
1017.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status