Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Entah mulai kapan aku jadi terbiasa dengan genggaman tangan Coksa, hingga aku tidak sadar selama momen singkat golden hour kami di tepian Sungai Seine genggaman hangat Coksa tidak lepas dari tanganku. Genggaman Coksa membawaku ke restoran terapung yang berdiri di salah satu sudut di Sungai Seine. Saat pesanan kami terhidang, mataku terkesiap saat menangkap kehadiran lemon gin yang dikeluarkan Coksa dari saku mantelnya. Aku memperhatian volume lemon gin sudah menghilang beberapa mililiter. “Aku meminumnya beberapa malam yang lalu, aku campur ke gelas sunset boom-ku,” ungkap Coksa.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

Sasqia mendekati meja bar. “Apakah ada air putih saja?” tanyanya pelan pada bartender. Pria itu tampak sedikit terkejut. “Secara khusus tidak tercantum di menu, Nona. Namun tentu saja saya bisa menyiapkannya. Saya tambahkan irisan lemon agar lebih segar. Bagaimana?” Sasqia tersenyum tipis. “Itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih.” Setelah menerima gelas bening dengan irisan lemon mengambang di permukaannya, ia mencari tempat duduk. Pandangannya berhenti pada kursi kosong di dekat pagar pembatas kaca.
1055.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Istri Sementara untuk Tuan Terkutuk

Istri Sementara untuk Tuan Terkutuk

ujar Damara dengan wajah yang seperti orang struk saja karena asam. 'Hahaha' Lycus tertawa terbahak-bahak. "Apa yang kau lakukan?" "Hausss!" Damara tersenyum kaku. Tapi juga senang saat melihat pria yang tak menghiraukan perkataan tak sopannya. "Tapi, tidak harus lemon juga!" "Loh! Ini Lemon? Ku kira jeruk!" kata Damara melihat buah beraroma khas jeruk, namun berwarna kuning sempurna.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Jebakan Salon

Jebakan Salon

Saat baru tiba di kantor dan hendak menyalakan komputer untuk bekerja, ada pesan permintaan pertemanan dari WhatsApp. [Kakak, aku Ken, kamu kemarin meninggalkan sesuatu di tempatku.] Melihat pesan ini, aku sangat ketakutan, Ken, bagaimana bisa Ken mendapatkan kontakku. Aku mencoba menahan kepanikan. Sebelum sempat mengatakan bahwa aku tidak menginginkan barang itu, dan dia bisa simpan sendiri, dia langsung meneleponku. Saat menjawab teleponnya, dia langsung berkata, “Kakak, lipstikmu tertinggal di tempatku.”
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
SUGAR DADDY TERAKHIRKU

SUGAR DADDY TERAKHIRKU

Memeluk Mae seerat mungkin. “Kau selalu dekat dengan lemon, apapun. Shampo, sabun, parfum, semuanya lemon.” Ash mengurai rambut pendek Mae—menghirup benda yang memang beraroma lemon. Mae baru saja mencucinya setengah jam lalu. “Aku saat itu membayangkan kalau bibirmu akan punya rasa yang sama. Lemon citrus yang segar.” Mae tersenyum jahil—mulai menggoda. “Kau sudah pernah menciumku saat itu. Kau tidak perlu membayangkan rasanya.”
1033.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Sierra
sepenasaran-penasaranku pada kelanjutan kisah mae-ash lebih penasaran lagi ama author yg seolah ga kehabisan ide bikin cerita semua novelnya jd karya yg berhasil bikin pembaca jatuh cinta. mana karakter2 utamanya tipikal cerdas semua duh. ka ai ga pengen buka kelas onlen ngajar nulis ta aku mau jadi
Silent Heart
Lanjut ke 'Sugar Daddy Terakhirku', sub judulnya aja tertata rapi dan indah. Dan jalan ceritanya bener-bener beda dari novel sebelumnya yang ku baca. Jadi gak bosen sama sekali. Per bab nya selalu bikin penasaran dan banyak kejutan. Gak sabar tunggu karya Kak Ai selanjutnya. Semangat terus ya Kk Ai
Baca Semua Ulasan
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

Ia berseringai lalu melanjutkan langkahnya. Siska tertawa kecil seraya menggelengkan kepalanya ringan. Banyak sekali mainan anak di toko ini. Haris menuju tempat boneka dan meraih boneka beruang warna putih susu berukuran sedang dengan tambahan topi coklat di atas kepalanya. "Ini suka nggak, ya?" Haris menoleh ke arah Siska yang sedang memegang boneka kelinci ukuran besar.
1038.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 973 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Papa dan Kak Dika yang kebetulan sedang santai di rumah pun ikut bergabung. Selin mengeluarkan barang satu per satu: "Ini buat Mama, mukena sutra asli yang lembut, beberapa pot lulur Bali sama tas rotan etnik yang Mama titip kemarin." "Ini buat Papa." Papa menerima beberapa bungkus kopi kintamani sama kaos khas Bali. "Wah, mantap." Sahut Papa. "Buat gue mana?" Potong Kak Dika. "Sabar, Kak! Ini beberapa pie susu, kacang khas Bali, dan baju barong buat Kak Dika pakai tidur," Selin terkekeh melihat ekspresi kakaknya.
10725 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

Semburan sup itu menempel di tembok. “Kakang, tolonglah … pelanggan sebelah ikut tersedak mendengar ucapanmu!” Karim berjalan menghampiri Datuk Lembu Sora. Begitu lelaki itu menatap muka Datuk, seketika wajahnya terdiam. Matanya tidak bisa berkedip untuk beberapa saat hingga Datuk Lembu Sora menjetikkan jarinya tepat di depan wajah Karim.
9.6263.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Tampilkan Ulasan (90)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
MARCO-POLO

MARCO-POLO

Tiba-tiba, Lucas mengangkat tangan dan membuat Sakura menatapnya. "Anda seperti seorang gadis berumur 25 tahun, Nyonya. Maaf sebelumnya. Itu ... menurutku," jawab Lucas gugup. Sakura tersenyum dan berterima kasih. "Beruntung, tak ada satupun monster mendekat kemari. Mungkin karena sistem persenjataan yang berfungsi secara otomatis dan berhasil menyingkirkan para monster sebelum memasuki wilayah mansion. Aku tak menyangka, bahkan sampai aku terbangun, wabah ini belum usai," ucap Sakura sedih.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai sasusaku lemon di tembok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status