Hukum yang Tak Tertulis
Dalam menghadapi pertanyaan sulit dari jaksa penuntut, Ari menggunakan teknik retorika yang cerdas—mengulang poin-poin kunci secara sistematis, sambil mengaitkan fakta hukum dengan logika sederhana agar mudah dipahami semua orang, termasuk mereka yang bukan ahli hukum.
“Saya ingin menegaskan, hukum bukan hanya untuk mereka yang mampu berteriak paling keras atau memiliki kekuasaan,” kata Ari dengan suara tegas, “melainkan untuk semua—anak-anak yang tak berdosa, orang tua yang terluka, dan keluarga seperti saya yang ingin melihat dunia lebih baik.”
Saat jeda sidang, Ari mengambil waktu singkat untuk menuliskan sesuatu di buku kecilnya. Itu adalah catatan tentang Bima—tentang harapan dan mimpi
Hot Chapters