Bolehkah Aku Menangis
Tatapannya itu seolah bertanya, apa yang sedang kubaca.
Menghela napas lebih dalam. "Kak Maya, menagih jawaban, Bi," terangku.
"Katakan saja, Dik! Yang kau pikirkan." Dia bersandar di dinding. Tunduk memegangi gawai.
Beberapa detik, netraku memutar, mencari kata yang tepat.
[Aku tak bisa merawat Nona, Kak. Secepatnya, aku harus tinggal bersama adik-adik. Tak mungkin, aku mampu merawat Nona sekaligus mengasuh mereka.]
Hot Chapters