Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bercak Darah di Seprai Adikku

Bercak Darah di Seprai Adikku

Dengan langkah gontai sang pemilik tubuh kian subur itu berjalan menuju dapur, mengambil sebilah pisau kemudian menyayatkan perlahan di pergelangan, tertawa sambil menangis melihat lelehan merah yang menetes di permukaan lantai. Tubuh itu terasa melayang. Beban di pundak mendadak menghilang. Hingga semuanya berubah menjadi gelap, bumi seakan menenggelamkan dirinya sampai ke dasar. Imelda tidak sadarkan diri dengan darah terus mengalir dari urat nadi. "Mbak Imel!" Tetangga yang sejak tadi menggedor-gedor pintu berjalan menuju area dapur, mengetuk pintu belakang akan tetapi tetap tidak ada respon dari dalam.
1038.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

“Aku tahu dosaku lebih besar dari isi bumi dan lautan apabila digabung menjadi satu. Kini aku benar-benar menyesal. Ternyata Mayang menghianatiku. Dia tak sebaik dirimu. Aku sangat menyesal, Khanza. Katakan apa yang bisa aku lakukan untuk menghapus dosa-dosaku kepadamu. Haruskah aku bersujud di kakimu?” “Cukup, Mas. Tolong, biarkan aku sendiri! Pergilah!”
4.8K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha

Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha

Hanya tekad. Bulan Darah sepenuhnya kembali menjadi perak, noda merahnya memudar seperti anggur tumpah yang tercuci dari batu. Tetapi tanah itu tidak lupa. Sihir tidak lupa. Orang-orang tidak lupa. Malam ini akan dinyanyikan. Diperdebatkan. Dijadikan senjata. Dan tetap saja itu terjadi.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

Ia menggigit lidahnya sendiri, menyemburkan darah ke telapak tangannya untuk mengaktifkan teknik terlarang paling mematikan. "Sembilan Langkah Siksaan: Penjara Darah Terkutuk!" Seketika, tanah di sekitar Fang Zhe berubah menjadi merah membara. Enam pilar darah muncul dari permukaan tanah... Lalu mengunci pergerakan Fang Zhe dan melepaskan rantai energi yang mengincar setiap titik saraf di tubuhnya. Wuuuush! Wuuuuush!
1012.0K viewsOngoingAdded to Library 421 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Dan soal dosa-dosa itu, soal akhirat, itu urusan lain untuk kehidupan lain di liang kubur. Pada suatu malam yang dingin di musim kemarau aku memutuskan bersekutu dengan kejahatan. Kami bekerjasama untuk memberi pelajaran kepada manusia-manusia angkuh—yang begitu nyata ketidakpedulian mereka terhadap kebohongan-kebohongan yang disadarinya—di desaku. Maka, kami pun membuat sebuah rencana paling sempurna dengan memanfaatkan kelemahan mereka—kenaifan akan kepercayaan yang mereka peluk—sebagai senjata mematikan. Ini sebenarnya lelucon gila yang sama sekali tidak lucu dan keterlaluan, atau barangkali lebih tepatnya aku katakan olok-olok jahat yang agak biadab.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Setelah Perceraian

Setelah Perceraian

Mungkin dengan mati semua rasa sakit dan sedih hidupnya akan berhenti. Matahari terbit dan tenggelam setiap hari, mengukir cerita baru untuk dikenangi. Ini sudah kali ketujuh Hening melihat sinar matahari memudar di tepi jendela, tenggelam dan menyisakan semburat merah pada senja. Sudah membekas tujuh tusukan pula di pergelangan tangannya. Haruskah Hening mencuci darah setiap hari? Apakah dengan mencuci darah setiap hari nyawanya akan bertambah atau terselamatkan pada akhirnya?
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 383 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura menatap Fares terdiam sejenak dan terlihat dalam batinnya kesal jika seseorang bertanya tentang keadaannya yang tidak baik baik saja. “Hari ini gue bertingkah aneh, hal yang harusnya gue gausah lakuin malah gue lakukan. Hal yang ga ada untungnya buat kehidupan gue malah pengen gue perjuangin,” ucapnya. “Bicara yang jelas dong mana gue ngerti kalo lu ngomong cuma pake prolog,” kesal Fares. Yura menghela napas panjang. “Plisss gue mau pulang mau rebahan. Capek res,” ucap Yura.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya

Lelaki yang Tak Terlihat Kaya

tanya Gerald bingung. Sejauh yang dia tahu, setelah darah dikeluarkan dari tubuh seseorang, itu akan beracun, bukannya menyehatkan. "Ah, ya, darah yang murni adalah darah yang diberikan dengan sukarela oleh orang yang kamu minta. Sederhananya, jika orang tersebut bersedia membantumu, maka darah mereka pasti akan tetap aktif dan manjur. Jika orang itu tidak mau, maka darah mereka hanya akan menjadi darah mati yang tidak akan berguna sama sekali!” Zenny kemudian menambahkan, “Nah, untuk lokasi dua orang kuat itu dan juga lokasi Zircobsite, Master Ghost meninggalkan empat kalimat dari sebuah puisi yang dia peroleh melalui metode SembilanTeknik Ramalan Naga. Dari puisi itu, dikatakan bahwa ketig
924.9M viewsCompletedAdded to Library 946.9K Times as sejengkal tanah setetes darah
Show Reviews (23624)
Read
+Library
arie driver
baru sampe bab 47 haduh, kemaren udah tunda baca karna koin bonus abis.. eh sekarang udah abis lagi aja cepet bener.. gak ke bayang sampe 1881 tunda berapa lama bacanya.. fix daripada penasaran yang berkelanjutan dan malah jadi kerjaan, kita uninstall ajalah yak........ thanks udah bisa baca sampai 47
andi paraita
gw udah baca SAMPAI TAMAT, kesimpulannya *duit habis 1,6jta lebih baru bsa tamat *ceritanya banyak yg gak nyambung prtengahn smpai AKHIR dan pas akhir pun seolah² dipaksa Di tutup aja biar tamat gak nyambung wkwk *cerita awal Dan Akhir Lumayan seru Dan pada Dasarnya ceritanya ngehalu tingkat Dewa ...
Read All Reviews
Cinta Sagita

Cinta Sagita

"Luh, doyan main jelangkung juga dulu Git? Jelangkung jelangset, datang tak dijemput, pulang tak diantar. Hahahaha." Sagita menginjak kaki Jidan, merasa kesal. Jidan justru memeletkan lidahnya, ia jadi punya hobi baru sekarang. Menggoda Sagita. "Jaga mulutnya Kak. Kita lagi di tanah orang. Jangan sembarangan kalau ngomong." "Yakan kamu duluan yang mulai." "Sagita cuman salah ngomong." "Lagian siapa bilang ini bukan tanah kita? Ini tanah kita Gita. Ini tanah air kita. Tanah tumpah darah kita."
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 531 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
Raja Agung Nayaka Manggala

Raja Agung Nayaka Manggala

Banjir darah di tanah dengan keadaan tubuh mayat yang sangat mengenaskan membuat mual siapapun yang melihatnya. Gentala Surendra dan orang sewaannya mencoba menahan diri agar tidak muntah. Bau amis dari darah benar benar menyengat. "Sembilan... sepuluh...sebelas ... "Sepertinya semuanya telah terbantai. Apa itu artinya mereka semua kalah melawan Nayaka Manggala ?" ujar murid sewaan. "Bagaimana bisa ini terjadi? Apa mereka bertemu dengan sesuatu yang mengerikan? Tidak mungkin jika melawan anak itu mereka bisa terbunuh dengan keadaan seperti ini?" sanggah Gentala Surendra
102.2K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as sejengkal tanah setetes darah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status