Luna dalam Lara
"Kau yakin akan menggunakan Damon sebagai mata-matamu? Itu terlalu berisiko, Luna. Perasaan bisa mengganggu misimu."
"Perasaan sudah mati, Tante," jawab Luna dingin, sambil memandangi cermin. "Damon hanyalah alat. Alat yang paling efisien untuk mendekatiku."
Sesuai rencana, Luna mulai mendekati Tuan Sanjaya. Ia tampil sebagai seorang konsultan seni yang kebetulan memiliki minat pada properti. Di klub, ia tidak sengaja duduk di dekatnya, dan memulai percakapan yang cerdas. Tuan Sanjaya, yang terbiasa dikelilingi wanita-wanita yang hanya tertarik pada uangnya, terpikat oleh kecerdasan Luna.
Hot Chapters