Lentera Terakhir
"Semua orang berusaha menenangkan agar tidak panik, pak tua ini malah menambah bensin di kobaran api."
"Benar, tadi aku lihat juga," ucap yang lain menyetujui pria tua tadi.
"Namaku Sia, tapi hidupku tidak sia-sia," ucap pria tua tersebut mengambil beberapa pisau dari tempat, lantas membagikannya pada semua orang.
"Terima kasih," ucap salah seorang penumpang membuat Sia melirik tajam.
"Aku menjual, harganya cuma dua puluh ribu."
Hot Chapters