Kamp Pelatihan Istri Idaman
Namun, suamiku hanya menyahut dengan raut wajah yang dingin dan datar, "Bukannya hasil belajarmu kemarin sangat bagus? Teknikmu beberapa hari ini kemajuannya pesat sekali."
Seketika tubuhku menegang kaku, benteng kesabaranku runtuh berkeping-keping.
Kurobek formulir pendaftaran tersebut menjadi serpihan, lalu dari balik punggungku, kukeluarkan selembar surat perjanjian cerai.
Tak lama setelah proses perceraian selesai, aku berjalan seorang diri di bawah hangatnya pancaran sinar matahari. Detik itu juga, aku baru menyadari betapa indahnya kehidupan ini tanpa dirinya.
ตอนยอดนิยม