Menaklukkan Suami Jahat
tanya Helenina.
“Tujuh,” jawab Arthur.
Helenina menggumam pelan, lalu memejamkan matanya lagi perlahan.
“Malam,” Arthur melanjutkan.
Kelopak mata Helenina sontak kembali terbuka.
“Ini pukul tujuh malam,” ulang Arthur. Keterkejutan tampak membanjiri wajah Helenina. “Ya, kau tidur selama itu,” kata Arthur lagi seolah untuk memvalidasi apa yang saat ini Helenina pikirkan.