Putri yang Sesungguhnya
Namun dia tidak akan tinggal diam saja “Kau masih memiliki wajah, untuk kau tampakan di depanku, tanpa rasa malu?”
“Apa kau bahagia, dengan kebohonganmu? Apa semuanya tampak baik-baik saja, apa kehidupanmu menyenangkan?” Embun terus bertanya, dalam kalimat itu jelas sekali dia sedang menyindirnya.
Terlihat Juwita yang tidak suka mendengar rentetan kalimat itu “Ku pikir, kau sudah mati karena kelaparan!”
“Bukankah yang seharusnya mati adalah manusia yang hanya mengandalkan kebohongan untuk bertahan hidup?”
ตอนยอดนิยม