Terjebak Gairah Siluman
Wulan melengkung, paha terbuka lebar oleh ikatan, memberikan akses penuh.
"Aku juga ingin," bisik siluman itu, moncongnya mendekat ke telinga Wulan. "Mainan yang bisa kutaruh di sini. Yang kutinggalkan berhari-hari dan kembali masih utuh. Masih pasrah. Masih bisa kupermainkan."
Cakar ketiga ikut menyusul, tiga jari kini bekerja serempak dengan ritme yang tidak sinkron, menciptakan sensasi bertabrakan yang membuat Wulan kehilangan kata-kata.