Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

--- ### **Karakter Pendukung: Sabotase di Menara Suara** Sementara duel basket berlangsung sengit, Clarissa menyadari bahwa Somchai tidak mungkin sekuat itu tanpa dukungan teknis. "Kael, Bagas, ada operator Simfoni Hitam di bawah reruntuhan. Mereka yang ngatur *white noise* itu. Kita harus matiin!" Bagas mengangguk. "Gue liat kabel kargonya, Clar. Di balik patung Buddha tidur."
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Selalu ada dimensi baru untuk dijelajahi, selalu ada frekuensi baru untuk dipahami. Muncul kabar tentang sebuah anomali di pinggir galaksi, sebuah wilayah yang disebut "The Silent Zone", di mana cahaya Nara pun tidak bisa masuk. Beberapa orang mulai merasa tertantang untuk pergi ke sana, bukan untuk menaklukkan, melainkan untuk membawa "Dialog" ke tempat yang hampa. "Petualangan baru baru saja dimulai," ujar Kaelan sambil menatap langit malam yang kini berwarna ungu keemasan. "Kita baru saja menyelesaikan kata pengantar dari sebuah buku yang tak terhingga."
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Ia akan menjadi jembatan antara dua dunia. Saat jam menunjukkan waktu nol, langit di atas Bumi mendadak berubah menjadi abu abu pekat. Cahaya matahari seolah olah tersedot keluar, meninggalkan dunia dalam kegelapan yang dingin. Tidak ada suara angin, tidak ada suara burung. Hanya kesunyian yang menulikan telinga. Mereka di sini, bisik Malakor. Sebuah massa hitam raksasa, lebih besar dari matahari, mulai menyelimuti orbit Bumi. Inilah The Silence. Tidak ada kapal, tidak ada tentara. Hanya sebuah entitas amorf yang menyerap segala bentuk energi.
10820 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Nama itu tidak pergi setelah layar ponsel menggelap. Klinik Saint Orla. Kiara berdiri diam di tengah apartemennya, ponsel masih berada dalam genggamannya. Ruangan di sekelilingnya sunyi, terlalu sunyi untuk sesuatu yang baru saja mengguncang bagian terdalam dari ingatannya. Tidak ada suara selain napasnya sendiri yang perlahan ia paksa tetap stabil.
507 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Aku hari ini hanya di kosan saja, rebahan dan membaca novel/buku ilmiah sangat aku suka, semoga badai segera berlalu dan kembali normal. Tiba-tiba suara handpone ku berdering, tidak kedengaran sama sekali karena nadanya aku off jadinya yang menelepon ku ada memanggil sampai 3 kali baru aku angkat, ternyata Gloria yang memanggil, ada apa ya dia menelepon ku. Aku langsung angkat teleponnya. **** “Hai, An, kamu sedang apa?” tanya Glo. “Hai, Glo, aku sedang santai di kosan. Kamu apa kabar, sedang apa?” tanya ku.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Kesayangan Tuan Elian

Kesayangan Tuan Elian

Gudang itu gelap total dalam sekejap. Lampu padam. Kegelapan pekat menelan gudang itu. Suara letusan silencer Antonio terdengar ritmis di sisi lain ruangan, menjauhkan perhatian para penjaga dari titik pusat. ​"Saka! Ini aku, Elian. Dengar, ayo keluar!" Elian berbisik dengan suara tertahan, tangannya dengan gemetar memotong tali yang mengikat tangan Saka menggunakan pisau lipat yang ia temukan di meja.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Dari balik kabut, samar-samar terlihat siluet sosok tinggi kurus, bergerak tak alami, dengan kepala besar tak proporsional. Sinta mundur setapak. “Itu… bukan manusia.” Tiba-tiba semua lampu di ruangan padam, dan suara sirene lama berbunyi di lorong — tiiiiiiiiit… tiiiiiiiiit… Lalu terdengar satu kalimat lagi, keluar dari speaker yang seharusnya sudah mati: > “Selamat datang kembali... Subjek Alfa-Null telah aktif.”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

[Pandangan Zelda Kabur] Bagian 4 : Rumah Sakit [Malam Hari] [Ruangan Silvan] [Silvia tertidur di samping Silvan] Zelda berada di sebuah ruangan yang gelap . (Suara detik Jam) (Suara hembusan Angin) Zelda melihat Pintu dan bercahaya , lalu Zelda memasuki pintu itu . Silvan tersenyum lalu mengusap rambut Silvia “Hey Ka !! aku sudah bangun !”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tidak ada yang terluka secara fisik, namun seluruh ksatria kerajaan tiba-tiba merasa mana mereka terkunci—sebuah teknik Global Silence yang hanya bisa dilakukan oleh penyihir tingkat Transenden. "Pulanglah," ucap Kaelan. "Dan katakan pada rajamu. Waktunya bermain petak umpet sudah selesai. Besok, aku yang akan datang ke istananya." Kaelan berbalik ke arah Liam dan Elena yang menatapnya dengan mulut terbuka. Ia tersenyum tipis, sebuah senyum yang kembali menunjukkan bahwa dia masih Kaelan mereka. "Maaf membuat kalian menunggu. Aku baru saja melihat siapa yang menanam pohon kristal itu."
466 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status