Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Cinta Yang Berdosa

Gairah Cinta Yang Berdosa

kata Ma’am Sylvia lantang dan menggebu-gebu. Beberapa saat setelah dialog itu, Cecilia merasakan kotak kaca yang menampungnya mulai bergerak pelan. Dia tidak tahu apa yang terjadi karena matanya ditutup. Hanya telinganya yang dibiarkan mendengar suara-suara.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku

Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku

Malam premier The Silent Queen di Teater TCL Chinese, Los Angeles, adalah lautan cahaya yang menyilaukan. Karpet merah membentang seperti lidah api, dan namaku, Selena Mclouis, terpampang dalam lampu neon raksasa yang mendominasi cakrawala Hollywood Boulevard.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Aku Menghamili Istri Sahabatku

Aku Menghamili Istri Sahabatku

Namun bagaimanapun juga, s s seluruh s r raga fisik dari tubuh bidang tegap miliknya kini telah resmi murni murni murni tidak lagi mau bergerak aktif patuh. Di dalam sebaran dimensi kesunyian malam yang teramat pekat nan sunyi menyelimuti pelataran halaman kompleks bangunan istana megah Mansion terkutuk tersebut... Tepat pada saat detik momen krusial di mana s s seluruh s s sirkuit tingkat kesadaran waras batin manusia milik Kael Donovan mulai bergerak memudar sirna... Kael Donovan mendadak langsung bergerak aktif mendengarkan sebaris gaungan getaran suara asing yang murni murni murni belum pernah ia dengar sebelumnya di dunia.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Ia mengeluarkan benda dari balik pakaiannya genta kecil berkarat yang tampak remeh, namun setiap dentingannya membuat udara seperti mengerut. “Ini adalah genta sunyi. Ia akan membungkam desa selama tujuh hari tujuh malam. Tapi selama itu, tak boleh ada yang bicara. Bahkan jika ada yang mati, kalian harus tetap diam. Satu suara... satu gerbang lagi terbuka.” Raka menatap Surya dan Lusi. “Bisakah kita melakukannya?”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Ia melangkah maju dan mendorong pintu giok itu. Cailin melangkah masuk. Ruangan itu sunyi, namun megah. Rak-rak kristal menjulang tinggi, berisi gulungan dan kitab yang terbungkus segel es. Di tengahnya berdiri altar batu dengan satu kitab perak yang memancarkan cahaya lembut. Cailin berjalan pelan menuju altar. Setiap langkahnya membuat udara bergetar lembut, dan simbol-simbol di lantai menyala mengikuti gerakannya.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

Awalnya buram. Gelap dan cahaya bercampur jadi satu. Lalu dunia kembali fokus. Napasnya tertahan. Tengkuk Lucan—bercahaya. Keemasan. Hidup. Ruang tamunya porak-poranda. Meja terbalik, sofa bergeser. Dan Silas—berdiri di seberang ruangan—matanya masih menyala dingin, aura asing menyelimuti tubuhnya.
10587 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

Ia langsung menuju ke arahku dan menjambak rambutku, memaksaku berdiri. "Bangun kau, Gadis Penipu!" "Ma! Hentikan!" teriak Arkan, namun ia tidak melangkah untuk membantuku. "Diam kau, Arkan! Mama baru saja mendapat kabar bahwa gadis ini menyembunyikan sesuatu," Sandra melemparkan sebuah amplop cokelat ke wajahku. "Apa ini? Catatan medis dari panti asuhan? Dia bukan hanya bisu, Arkan! Dia cacat mental!"
787 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Rambut perak panjangnya tergerai di bawah cahaya bulan merah. Mata merah gelapnya menyala seperti bara yang tidak pernah padam. Silas. Ia berhenti beberapa meter dari mereka. Pandangan pertamanya jatuh pada tangan Elara yang masih menyentuh dada Kaelar. Lalu pada jarak di antara mereka yang terlalu intim. Udara berubah. Tekanan membeku. “Jadi ini yang kurasakan,” suara Silas halus, tapi dingin. “Kau mengikat diri pada singa.”
450 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

' 'Kalau memang ada sesuatu yang melacak energi kita, maka akulah target yang paling mudah dikenali. Aku mengangguk pelan. Kedua telapak tanganku menyatu di depan dada. Simbol kuno peninggalan para Penjaga Keseimbangan perlahan muncul di bawah kakiku, memancarkan cahaya keperakan. "Seal of Silent Moon." Cahaya itu mengalir memasuki alam batinku. Perlahan, aura Laura menyusut. Ikatan jiwa kami tetap utuh, tetapi seluruh gelombang energinya tertutup rapat di balik lapisan segel.
625 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai silent castle
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status