Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mafia Insyaf

Mafia Insyaf

Anton menjawab tanpa ragu, “Kita bikin satu suara yang terlalu keras buat bisa dikacangin.” Rina menoleh. “Gimana caranya?” Anton menatap jauh ke horizon. “Gua gak tahu. Tapi gua tahu satu hal. Kalau kita diem, kita bagian dari Silencio juga.” Dan malam itu, walau seluruh kota mulai tenggelam dalam diam yang mematikan, di satu gudang kecil yang tersembunyi dari sistem… suara-suara kecil masih bertahan. Dan satu di antaranya bernama Anton. ---
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

“Mungkin.” Hening kembali mengisi celah di antara mereka. Tapi kali ini, itu bukan hening yang canggung. Itu adalah hening yang berbicara. Seolah ada sesuatu yang tersampaikan tanpa harus diucapkan. Dan saat akhirnya matahari benar-benar tenggelam di balik horizon, Alana tahu satu hal. Alfa bukan sekadar dingin. Ia adalah teka-teki yang bahkan dirinya sendiri belum bisa pecahkan.
930 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Dari celah itu, terdengar sebuah bisikan yang sangat pelan namun mampu membuat seluruh bintang di langit Nuranipura bergetar karena ketakutan. ​"Kalian pikir kalian telah benar-benar menang?" bisik suara itu, terdengar seperti angin dingin yang menusuk tulang. "Kalian hanyalah sekadar warna yang menari di atas kanvas yang akan segera membusuk dimakan waktu. Aku adalah 'The Eternal Silence', dan aku datang untuk membungkam setiap kata yang pernah kalian ucapkan."
965 viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

'Klik' Suara itu menggema singkat di ruangan yang kembali sunyi. Menyisakan Hazel terbaring sendirian, tak berdaya, dalam cahaya remang yang dingin, hanya detak waktu dan keheningan yang menemani tubuhnya yang lelah tanpa menyadari apa pun yang telah terjadi.
874 viewsOngoingIdinagdag sa Library 24 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

tanya Rayyan menyelidiki. "Hm ... apa, ya?" Gea berpikir sejenak. Detik berikutnya dia pun langsung ingat dan seketika menjerit histeris. "Aaa ...." "Ada apa, Gea?" tanya Rayyan panik. "Mereka mengurungku di gudang, Rayyan. Mematikan lampu. A - aku ... aku begitu takut pada kegelapan," kata Gea seperti orang yang depresi.
9.889.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.1K Beses bilang silent hours
Read
+Library
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Ruang tamu menjadi sangat sunyi, semua orang terdiam seperti patung. "Apa kalian semua sudah mati? Cepat temukan dia!" Suara bentakannya membuat semua orang panik seperti kawanan burung yang tercerai-berai, berlarian ke segala arah. Sandi merasa semua tenaganya seperti terkuras habis, langsung jatuh terkapar di sofa dan menutup wajahnya dengan tangan. Sekretaris yang berdiri di sampingnya melapor dengan ketakutan.
27.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 768 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Ditinggal Suami, Dinikahi CEO

Ditinggal Suami, Dinikahi CEO

Malam berbisik dalam diam, menjadi saksi bisu atas pertempuran gairah yang mengikat dua jiwa yang tersesat. Suara napas mereka berbaur di udara, berat dan tersendat, memenuhi ruangan yang redup dengan kehangatan yang menggelitik kulit. Rintihan tertahan lolos dari bibir Hana, seolah melodi asing yang hanya bisa dimainkan oleh sentuhan Rey. "Hana..."
102.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 64 Beses bilang silent hours
Read
+Library
ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

Tak ada sahutan berarti, meski itu sekadar bunyi halus helaan napas milik Sarien. Menyaksikannya, Zianne sontak hanya diam. Dia termenung seraya menilik intens wajah Sarien yang sepucat tepung. Entah, berapa lama dia bertahan melakukan hal itu—terbisu dalam duduknya yang nyaris rubuh. Yang jelas, telinganya samar-samar dapat kembali terangsang peka kala suara-suara percakapan juga seruan keras ini mulai lamat-lamat singgah—membelah hening yang menyiksa.
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Kehangatan Cinta

Kehangatan Cinta

Sayangnya, Hans tidak angkat. Aku juga tidak bisa menghubungi Shawn. Aku terpaksa berbicara dengan diriku sendiri sepanjang perjalanan, seolah-olah aku sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Dengan cara itu, aku berhasil pulang dengan aman. Namun, rumahku sangat gelap dan sepi. Rumahku jauh lebih sepi daripada di luar.
10.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 379 Beses bilang silent hours
Read
+Library
Ikatan Darah dan Giok Anora

Ikatan Darah dan Giok Anora

Udara dipenuhi wangi sandalwood dengan sentuhan white tea. Bayangan lilin memanjang di sudut-sudut ruangan, membentuk siluet samar yang seolah mengamati dalam diam. Sesekali terdengar bunyi halus dari sumbu yang terbakar, menjadi satu-satunya suara di tengah hening yang pekat. Waktu terasa melambat, memberi ruang bagi Anora untuk tenggelam dalam pikirannya "Bagaimana tadi keputusannya? tiba-tiba saja televisi kelas dimatikan," Suara Ashlyn memecah keheningan di kamar Anora.
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 26 Beses bilang silent hours
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status