Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Dari celah itu, terdengar sebuah bisikan yang sangat pelan namun mampu membuat seluruh bintang di langit Nuranipura bergetar karena ketakutan. ​"Kalian pikir kalian telah benar-benar menang?" bisik suara itu, terdengar seperti angin dingin yang menusuk tulang. "Kalian hanyalah sekadar warna yang menari di atas kanvas yang akan segera membusuk dimakan waktu. Aku adalah 'The Eternal Silence', dan aku datang untuk membungkam setiap kata yang pernah kalian ucapkan."
713 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as silent hours
Read
+Library
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

'Klik' Suara itu menggema singkat di ruangan yang kembali sunyi. Menyisakan Hazel terbaring sendirian, tak berdaya, dalam cahaya remang yang dingin, hanya detak waktu dan keheningan yang menemani tubuhnya yang lelah tanpa menyadari apa pun yang telah terjadi.
552 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as silent hours
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

tanya Rayyan menyelidiki. "Hm ... apa, ya?" Gea berpikir sejenak. Detik berikutnya dia pun langsung ingat dan seketika menjerit histeris. "Aaa ...." "Ada apa, Gea?" tanya Rayyan panik. "Mereka mengurungku di gudang, Rayyan. Mematikan lampu. A - aku ... aku begitu takut pada kegelapan," kata Gea seperti orang yang depresi.
9.889.6K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as silent hours
Read
+Library
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Ruang tamu menjadi sangat sunyi, semua orang terdiam seperti patung. "Apa kalian semua sudah mati? Cepat temukan dia!" Suara bentakannya membuat semua orang panik seperti kawanan burung yang tercerai-berai, berlarian ke segala arah. Sandi merasa semua tenaganya seperti terkuras habis, langsung jatuh terkapar di sofa dan menutup wajahnya dengan tangan. Sekretaris yang berdiri di sampingnya melapor dengan ketakutan.
27.2K viewsCompletedAdded to Library 761 Times as silent hours
Read
+Library
Kehangatan Cinta

Kehangatan Cinta

Sayangnya, Hans tidak angkat. Aku juga tidak bisa menghubungi Shawn. Aku terpaksa berbicara dengan diriku sendiri sepanjang perjalanan, seolah-olah aku sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Dengan cara itu, aku berhasil pulang dengan aman. Namun, rumahku sangat gelap dan sepi. Rumahku jauh lebih sepi daripada di luar.
10.4K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as silent hours
Read
+Library
Ikatan Darah dan Giok Anora

Ikatan Darah dan Giok Anora

Udara dipenuhi wangi sandalwood dengan sentuhan white tea. Bayangan lilin memanjang di sudut-sudut ruangan, membentuk siluet samar yang seolah mengamati dalam diam. Sesekali terdengar bunyi halus dari sumbu yang terbakar, menjadi satu-satunya suara di tengah hening yang pekat. Waktu terasa melambat, memberi ruang bagi Anora untuk tenggelam dalam pikirannya "Bagaimana tadi keputusannya? tiba-tiba saja televisi kelas dimatikan," Suara Ashlyn memecah keheningan di kamar Anora.
804 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as silent hours
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Langit di Perbatasan Barat… gelap tanpa cahaya. Tidak seperti Aethelgard yang terbakar terang. Di sini… kehancuran tidak terlihat. Ia… merayap dalam diam. Malam yang Terlalu Sunyi Di atas menara kayu yang rapuh, Michael Lloris berdiri sendirian. Angin malam berhembus keras. Namun yang lebih terasa… adalah keheningan.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as silent hours
Read
+Library
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Ricky mengangguk dengan perasaan merana. "Hmm." Aku pun memeluk pinggang Ricky dan berjinjit. Lalu, aku mencium jakunnya. "Sekarang, masih cemburu?" Sorot mata Ricky meredup. Lalu, dengan sekali sentuh, Ricky mematikan lampu kamar. Hiruk-pikuk dunia pun menjauh. Kini, di dunia kami hanya menyisakan kami berdua. TAMAT
2.1K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as silent hours
Read
+Library
Thousand Years

Thousand Years

Aku tidak mengenal siapapun di sini. Vinia terdiam sejenak memikirkan bagaimana ia mendapatkan pakaian yang kering dan hangat. Sesekali ia memeluk dirinya sendiri yang kedinginan ditiup angin. Lalu ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Sepenjang koridor itu terasa senyap tak ada siapapun. Ia bingung harus meminta tolong kepada siapa. Namun, Vinia menghentikan langkahnya pada saat ia melewati sebuah kamar dengan pintu besar berukiran burung Phoenix. Ia memandang ke kanan dan ke kiri. Mengamati situasi sekitar.
104.7K viewsOn holdAdded to Library 107 Times as silent hours
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status