Sentuhan Panas Sahabat Suamiku
Keduanya mematung sejenak, hanya suara napas yang memburu dan riak air yang perlahan tenang yang terdengar di kesunyian dini hari itu.
Kenza perlahan melepaskan dekapannya, membiarkan tubuh Siren yang lemas bersandar pada dinding kolam untuk mengatur napas. Ia menatap punggung Siren yang naik turun dengan tatapan kosong, sisa-sisa gairah perlahan berganti dengan rasa lelah yang luar biasa hebat.
"Masuklah. Bersihkan dirimu dan jangan sampai ada yang melihat," ujar Kenza dingin, suaranya kembali ke nada majikan yang berwibawa, seolah kejadian panas barusan hanyalah transaksi singkat.