Pernikahan Penuh Luka
Ayahku adalah prinsip itu sendiri keras, teguh, dan tak suka dibohongi.
“Mas?” Bela menatapku lebih serius. “Kamu ragu?”
Aku menghela napas panjang. “Bukan ragu, Bela. Aku cuma… tahu ayahku. Ini nggak akan semudah yang kamu bayangkan.”
Bela mengerucutkan bibir, sedikit kesal. “Kamu terlalu takut. Kita nggak salah, kan? Kenapa harus merasa bersalah?”