Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi

kata Lebbi. “Gue masih jengkel sama si Bumi itu, pokoknya kalian harus bantuin Gue." “Atur aja deh,” kata Lebbi. Di pagi yang mendung Gita sudah mulai pergi ke sekolah, kali ini dia datang lebih awal karena akan merencanakan sesuatu. Gita dan the geng membuat jebakan-jebakan untuk guru killer. Pada saat Bumi masuk ke kelas, Bumi sudah di hadang dengan tepuk yang jatuh diatas kepalanya. Akan tetapi, Bumi diam dan hanya senyum kecil di hadapan muridnya, namun, Semua murid menertawakannya. Kemudian saat Bumi ingin duduk, kursinya patah dan membuat semua siswa menertawakannya kembali. Lalu, ketika Bumi ingin membuka laci meja tangannya tak bisa dilepas dari gagang laci. Semua itu adalah rencana
3.3K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

ucapan Agista seolah membuat bunga teratai pun ikut bersedih karena pada saat yang bersamaan banyak sekali yang layu. Bunga teratai itu cepat mekar dan indah namun cepat pula layu, tapi bunga teratai mampu bertahan tumbuh walau pun di genangan air yang kotor sekali pun. Mungkin itulah kenapa Agista lebih memilih berteman dengan bunga teratai jika dia memiliki masalah ketimbang curhat pada teman-temannya. "Tidak!" Agista menjawab pertanyaannya sendiri.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Kami Bisa Tanpamu Mas

Kami Bisa Tanpamu Mas

tanyaku, seraya mengambil alih Bumi dari gendongan Mbak Rima. “Ibu!!” teriak Bumi saat melihatku, tubuhnya berkeringat, sedang apa mereka tadi, sampai-sampai berkeringat gini. “Bumi kok menangis, Nak? Ada apa? Langit, adek Bumi kenapa, Sayang?” tanyaku lagi.
1061.1K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Mereka mulai mencungkil lantai. Kayu pertama terangkat. Debu beterbangan. Tak ada apa-apa. Kayu kedua. Hanya tanah. Kayu ketiga— Linggis Bagas menghantam sesuatu yang keras. Bukan batu. Bukan kayu. Bima membantu menggali dengan tangan. Tanah lembap itu perlahan memperlihatkan kain putih yang sudah menguning. Embun mundur. “Itu… apa itu?”
962 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

Gerakan Bumi berubah—masih pelan, tapi lebih dalam, lebih terarah—setiap dorongan tepat mengenai titik yang membuat Gilea melihat bintang-bintang. "Di sana—!" Bumi tersenyum, mengetahui persis apa yang dirasakan Gilea. Ia membungkuk, mengecap bibir Gilea sambil terus mempertahankan ritme itu—sempurna, terukur, mematikan. Gilea mulai gemetar, tangannya meraih sprei. "Aku—aku—" "Jatuh," bisik Bumi di antara ciumannya. "Aku akan menangkapmu."
1037.0K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Ia menatap lurus ke depan dan melangkah ke dalam nyala. *** Di Dalam Gerbang Api Begitu menjejak lantai dalam gerbang, dunia berubah. Tidak ada lagi tanah, tidak ada langit. Hanya hamparan api—membentuk langit, membentuk dinding, membentuk bayangan. Tubuhnya terasa ringan. Tapi juga terbakar. Bukan oleh api biasa… tapi oleh sesuatu yang menyentuh dasar jiwanya.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Gadis Terakhir

Gadis Terakhir

Sifabella berseru dengan kedua mata membulat sempurna karena terkejut. Dia sampai tidak sadar saat Aarav mengambil satu gelas healthy juice dari tangannya karena mata Sifabella terpaku pada layar kaca yang menayangkan berita siaran langsung dari sebuah gedung apartemen mewah. Di mana dalam tayangan itu para petugas Pemadam Kebakaran sedang berusaha membujuk seorang wanita yang tengah hamil agar tidak melompat dari balkon. Dan wanita itu adalah Abigail, sesekali semua sahabatnya beserta Robert tertangkap kamera sedang membujuk Abigail agar tidak lompat dari balkon yang terletak di lantai sembilan belas.
1042.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Gadis Terabaikan

Gadis Terabaikan

Irla : Pasti pas di telpon Gea Ay lagi tidur menuju alam mimpinya Gea : Ia Ir pake nolak segala lagi Ay tadi dan gue bilang gak terima penolakan Ay : Ay nggak ada maksud cuma Ay tahu diri aja gak pantas bersama kalian , nantinya hanya merepotkan kalian semua ( dengan wajah sendu nya) Layna : Issk Ay gue berapa kali sih bilang ke eloh sans aja (santai) kalii Ay Mereka tiba di Mall GX Yukk turun guys kita udah sampai nih. Layna: Bes makan dulu yuk perut gue udah drumband nih isi tenaga , setelah ini kita keliling Mall GX Irla : Yaudah yukkk Geandra : Ay loh mau makan apa nih ada buku menu nya pilih aja sama minumannya
2.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Teror Ghaib

Teror Ghaib

kata Emma sambil memilah-milah baju, “dia dapet hadiah liburan ke Bali.” “Terus kamu diajak gitu?” tanya Lily. “Iya,” sahut Emma. “Wah, pasti seru!” kata Lily. Emma tersenyum. “Iya, Bu,” katanya, “akhirnya setelah sekian tahun aku hidup di bumi bisa juga ke Bali.”
3.6K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
Terjerat Pesona Bodyguard

Terjerat Pesona Bodyguard

ucap Axel sambil menyodorkan ponselnya. Ya, semalam Damian memang sudah mensinkronkan rekaman video itu agar Axel bisa melihat video tersebut dari ponselnya. Axel harus tau bagaimana perkembangannya kan? Anggap saja sedang menonton film bi-ru dengan pemeran yang memang dikenalnya! Clay meringis saat menyadari betapa buas dan liarnya Min Young, seolah wanita itu hendak menerkamnya semalam suntuk!
1023.2K viewsCompletedAdded to Library 557 Times as sinopsis bumi tere liye
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status