Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
“Kalau kau ikut, pasti lebih hidup. Aku kan cuma dokter, bukan fotografer.”
Hari berikutnya, Sita menjelajahi toko buku di pusat kota Amsterdam sendiri. Setiap rak diperiksa cermat, mencari karya Bumi. Ia membeli beberapa eksemplar, mencatat edisi, penerbit, bahasa, dan memotret buku-buku itu untuk diunggah di media sosial.
Sore harinya, Sita menelepon Mutia.
“Eh, aku berhasil menemukan buku Bumi, sudah cetakan ke-4, lho. Keren, ya?” kata Sita tertawa.
Hot Chapters