Bayang Pedang Cahaya Bulan
Suaranya turun satu nada ketika ia menambahkan, hampir seperti berbicara kepada dirinya sendiri, "Tikus dalam perangkap tidak perlu dikejar. Cukup pastikan lubang perangkapnya tidak dibuka."
Matanya menyipit, bukan karena kelelahan, bukan pula karena kebencian, melainkan karena perhitungan. Karena kepastian. Karena keyakinan seseorang yang belum pernah gagal dan belum memiliki alasan untuk memercayai bahwa malam ini akan menjadi pengecualian pertamanya. Prinsip yang dipegangnya sejak muda dalam dunia militer selalu sama: kesabaran adalah senjata yang tidak pernah tumpul, sementara amarah hanya membuat pedang meleset dari sasarannya.