Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Berhenti Menggodaku, Kakak Tiri!

Berhenti Menggodaku, Kakak Tiri!

Lyra memejamkan mata, menahan rasa sesak yang kembali menyerang. "Aku ingat setiap detiknya. Kau tidak perlu membicarakannya," balasnya. "Bagus kalau kau ingat." Adhikara berhenti tepat di depan Lyra, tercium aroma sabun miliknya menguar dari tubuh Lyra. Dia menyukai kenyataan bahwa Lyra menggunakan sabun miliknya untuk membersihkan diri. "Itu artinya kau tahu posisimu sekarang. Kau tidak lagi punya hak untuk membantahku," ucapnya sambil tersenyum.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
Atasanku Menggodaku

Atasanku Menggodaku

Ada 12 mode getaran. Desain bionik yang bisa memberikan sensasi seperti lidah. Higienis dan mudah dibersihkan. "Ada juga mode senyap, cocok buat kamu." Itulah penjelasan dari Ben padaku. Aku malu bukan main, rasanya tak sanggup menatap siapa pun! Sepertinya di mata Ben, citraku sebagai wanita haus gairah sudah tak bisa dihapus lagi! "Aku nggak mau!"
17.9K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
Hug Me!

Hug Me!

ujar Bara Intan yang mendengar akan hal itu wajahnya tertunduk layu. Rasanya api yang telah padam ini telah dipantik untuk hidup. Wajahnya diangkat kembali dan senyum Intan mulai merekah. “Tapi perasaan itu telah hilang-kan?” Intan terkekeh. Bara mengeleng pelang. “Belum hilang dari diriku hingga detik ini,” ujar Bara.
1016.5K viewsCompletedAdded to Library 446 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Eh, enggak apa-apa, Rin. Lu mau tidur?” “Enggak, cuma lagi mikir saja.” “Gue boleh minta sesuatu, enggak?” tanya Abbian dengan hati-hati. “Apaan? Jangan aneh-aneh, ya.” “Coba pakai jilbab, gue pengin lihat ibu anak-anak gue ini.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
A Wandering Star

A Wandering Star

Dari atas, Kenta ternyata bisa mendengar alunan melodi yang sedang dibawakan Higiri dengan harmonika magis itu. Ia diam-diam membuka pintu kamarnya dan mulai menguping. Sementara itu, pelan-pelan, rasa sakitnya mulai menghilang. Cahaya yang tiba-tiba saja tadinya muncul di seluruh tubuh Higiri, kini mulai menghilang, perlahan pudar. Higiri mulai tidak merasakan sakit lagi, namun, ada sedikit darah keluar dari mulutnya.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
"Hanya saja aku ingin berhenti sekarang, sehingga aku masih akan tetap bertemu denganmu." Noah terdiam, tangannya perlahan turun dan melepas sendok di tangannya. Ia mencoba mencerna ucapan wanita itu, masih tidak yakin dengan apa yang baru saja telinganya dengar. "Kau—" ucapannya yang ragu tiba-tiba dipotong oleh wanita itu "Ya!" potong Kinan dengan suara yang berubah meninggi. "Aku ingin terus bertemu denganmu! Apa tidak boleh?" ~•~ TBC TBC
108.2K viewsOngoingAdded to Library 272 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
BATARI

BATARI

Di tengah kerumunan itu, Siska dan Kimberly—dua sahabat setia Seline—berdiri dengan wajah merah padam. Mereka tidak tahan lagi melihat Batari yang mereka anggap sebagai parasit itu menghancurkan hidup Seline. Saat Batari hendak masuk ke toilet wanita yang sepi, Siska menarik bahunya dengan kasar, melempar tubuh Batari hingga membentur pintu bilik.
10483 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

Mereka sama-sama mengangkat ponsel, mengambil foto. Heri melirik Sakura. Dia tersenyum. Menikmati. Tidak lagi terbebani rasa bersalah. Dan itu sudah cukup untuk Heri. Kereta terus berjalan, membelah Rainbow Bridge, lalu melintasi beberapa stasiun di Odaiba, hingga akhirnya… tiba di Shin-Toyosu. Destinasi pertama mereka: TeamLABS Planets. Dan hari itu… baru saja dimulai.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Membuang mahkota indah yang selama ini menghiasi kepala wanita itu yang tidak memakai hijab. Setelah itu Mira menangis di lantai sambil memeluk kedua lutut. Tangan besar Ahbek mengusap kepala gundulnya, lalu mengecupi kulit kepala wanita itu. Tangan Ahbek membersihkan sisa rambut di kepala Mira. Lalu setelah itu keluar sebentar dan naik ke kamar atas. Ahbek kembali dengan tumpukan hijab mendiang ibunya dalam dekapan dan dihamburkannya ke tubuh Mira yang tidak beranjak dari lantai sedari tadi karena memang tidak memiliki tenaga untuk itu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as stop hibari-kun
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status