Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Keempatnya pun akhirnya memasang pendengaran mereka baik-baik. "Assalamu'alaikum, kawan-kawan team Penjelajah Malam. Kali ini aku mau membahas gunung Kelud jalur Tulungrejo. Berangkat siang hari supaya paginya bisa melihat pemandangan di atas gunung yang indah." Deny bereaksi dengan menanyakan bagaimana track yang akan mereka hadapi. Mulai jalur terdapat pos yang biasanya ada di berbagai tempat.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
LELAKI CADANGAN

LELAKI CADANGAN

ucap Luna sambil tersenyum menghampiri Alex. "Maafkan saya Nyonya, saya bisa membuangnya jika Anda tak berkenan," ucap Alex sambil menggeserkan matanya. SRAT Tanpa diduga sebelumnya, dua pasang matanya kini beradu dengan mata elang Alex yang sangat hitam legam pun bersinar. "Aww!" Langkah kaki Luna tersandung ujung sepatu Alex hingga membuatnya nyaris saja tersungkur. GEPP
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Pandangannya diedarkan ke sekeliling terlebih dahulu. "Dari keterangan yang berhasil aku sirap, mereka bersarang di kaki Gunung Kampud," jawabnya kemudian. Wajah Seta seketika berubah. )|(
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Tuan Besar Sandekala

Tuan Besar Sandekala

Sudut kursi roda yang berubah dari posisi sebelumnya segera diabadikan Sande lewat kamera 18 Mega pixel miliknya. Perpindahan sudut yang berubah kemungkinan karena diangkatnya tubuh Umbara. Tetapi jiwa detektif Sande terus meronta dengan memperhatikan detail apa yang berubah. “Hanya berubah sekian inci, astaga.” Sande mendesah dengan mengelus wajahnya. Kelenjar keringatnya sudah sangat aktif sedari tadi. Membuatnya tak nyaman.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Gue enggak suka sama tatapan lu.” Lagi-lagi Rine langsung pergi. Harinya yang kacau membuatnya pergi dari kampus. Dengan motor klx tipe sama seperti Abbian dia menyisir jalanan. Suasana hatinya menginginkan kesendirian. Tidak ada yang lebih bermakna selain perenungan atas hidup. Cewek dengan kemeja kotak-kotak hitam berpadu cokelat itu menepikan motornya saat menemukan kafe yang sesuai. Kafe Candu terlihat tidak begitu ramai. Dekorasinya seperti rumah, tetapi diubah menjadi kafe. “Halo, Rin. Apa kabar?” Barista kafe mencoba berbasa-basi karena pelanggan tetapnya sudah datang.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Lelaki Plus-Plus

Lelaki Plus-Plus

Namun dia tidak mengenakan apa-apa lagi di bagian bawahnya. “Kepalanya tengok ke kiri, ya.. stop,” Kalandra memberikan pengarahan. Jarinya segera bergerak menekan tombol, terdengar suara shutter ketika Kalandra mulai mengambil gambar pria itu dari belakang. Foto tersebut dengan jelas memperliahtkan bokong Andrei yang tidak tertutup. Bahkan senjata pusakanya yang cukup panjang, bisa terlihat dari sela-sela pahanya yang sedikit terbuka.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Seketika itu setelah aku berkata, lelaki yang duduk di tepian tempat tidur itu menoleh padaku. Matanya merah menyala menatapku, dengan wajah yang dipenuhi dengan rambut atau bulu yang lebat dan kedua taring keluar dari sudut bibirnya serta tanduk dikepalanya membuat aku berteriak sejadi-jadinya. “Ahhhhhkkkkkkk…”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Mencuri Calon Suami Adikku

Mencuri Calon Suami Adikku

Suri yang sudah jengkel, semakin jengkel melihat Leland hanya menatap bir itu. “Mungkin sedikit saja…” gumam Leland. Silas tidak ada. Ini kesempatannya. Tidak akan ada masalah. Ia akan berhenti sebelum kaleng kedua. “Ini.” Suri yang tidak sabar meraih satu dan mengulurkannya ke hadapan Leland, sudah heran, tidak lagi kesal. Karena Leland memang sangat aneh. Untuk apa menatap kaleng itu dengan mata rindu?
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Project Darah Malaikat

Project Darah Malaikat

Itu yang kulihat begitu kamera sudut pandang itu berhenti di satu titik yang lebih tinggi, bayangan anak kecil itu menghilang dan aku hanya melihat pekat gelap. Ah! Di mana anak laki-laki kecil itu sekarang? Mendadak satu cahaya jingga menerangi pandangan kedua ku, penglihatan kedua bergerak ke atas dan mengirimkan satu gambar kubah dengan atap tembus pandang. Pandangan kedua ku itu juga mengirimkan satu sosok patung dengan ukuran yang sangat besar yang berdiri tanpa menyentuh atap kubah. Ini ... ruang tertinggi gedung utama Anbar, bukan?
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Pandu Kesatria Genda Yaksa

Pandu Kesatria Genda Yaksa

"Malam ini kami akan membinasakanmu di bukit ini, kau boleh saja bersenang hati karena sudah mengalahkan dua kawan kami. Tapi harus kau ketahui bahwa bukit ini adalah tempat terakhirmu menghirup udara segar!" "Kau bicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Aku bukanlah anak kecil yang dengan begitu mudah bisa kalian binasakan!" Pandu balas membentak dan langsung loncat dari atas kudanya. Melihat Pandu sudah turun dari kudanya, maka salah seorang dari mereka langsung menyerang Pandu dengan senjata miliknya—sebilah pedang yang terlihat sangat tajam.
1022.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status