Penyamaran CEO Tanaka
Isinya sederhana, namun penuh makna:
“Maya, terima kasih sudah membuatku mengerti bahwa cinta bukan sekadar perasaan, tapi keberanian untuk jujur pada diri sendiri.
Aku tidak tahu apakah kita akan bertemu lagi, tapi aku ingin kau tahu — aku akan terus memperbaiki diriku, bukan untuk kembali, tapi agar rasa ini punya makna.”
Ia menutup surat itu, melipatnya rapi, dan menyelipkannya di dalam buku catatan kecil tempat ia menulis ide-ide perbaikan perusahaan.
Sebelum tidur, ia membuka jendela, menatap langit yang mulai berwarna keperakan oleh sinar bulan.