Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Clover Beside You (INDONESIA)

Clover Beside You (INDONESIA)

Lamun Khika ngawur. Berulang kali Khika pandangi lagi surat-surat itu, semakin dibaca Khika semakin menemukan sebuah keganjilan baru. Karena semua surat ini ditulis dengan awalan yang sama. Hai Khika, lalu nama panjanganya, kata-kata mungkin lo nggak kenal gue dan gue temennya bang Ardy. Dan kata-kata pamungkas seperti; udah lama gue selalu merhatiin lo. Itu kata-kata yang secara acak selalu ada di bagian atas surat Kenta. Seolah semua surat ini adalah surat pertamanya, apa karena dia tau surat ini belum nyampe ke Khika? Jadi dia berusaha bikin surat sapaan berulang kali.
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Salah Pilih Jodoh

Salah Pilih Jodoh

Bisa saja dia nanti tak memberikan respon apapun setelah membaca pesanku. Berpikir seperti itu, membuatku punya ide untuk mengiriminya sepucuk surat, melalui perantaraan Susi. 'Syarif yang baik, Surat ini kutulis dengan niat ibadah semata. Aku ingin menggenapkan agamaku, menikah dengan jodoh terbaik yang telah dikirim oleh Allah khusus untukku. Aku belum tahu apakah kamulah sang jodoh tersebut. Namun ikhtiar adalah bagian dari ibadah. Dan surat ini merupakan bagian dari ikhtiar.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

"Homework-mu untuk minggu ini, Aku mau kamu nulis surat untuk Kiara. Surat yang gak akan kamu kirim, tapi cuma untuk kamu baca sendiri. Tulis semua yang mau kamu katakan padanya. Semua rasa bersalah. Semua permintaan maaf. Semua cinta yang masih kamu rasakan. Tuangkan semuanya." "Terus setelah nulis?" "Setelah nulis, kamu baca surat itu dengan keras. Sendirian. Dan biarkan dirimu merasakan semua emosi yang muncul. Gak perlu ditahan. Gak perlu dikontrol. Just feel." Aku mengangguk sambil mengusap air mata. "Oke, Dok. Saya akan coba." *** Malam minggu, di kamar. Aku duduk di meja belajar dengan kertas kosong dan pulpen.
9.8112.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Aku bingung mau tulis untuk siapa lagi, ah, aku teringat, lebih baik aku menulis surat permohonan maaf untuk Adit, atas segala kesalahpahaman yang terjadi. Tapi, bagaimana memulainya? Apa yang harus kutulis? Aku berpikir keras, dan hanya kata-kata ini yang terlintas dipikiranku dan akhirnya kutulis, To: Aditian S Happy Valentine’s Day Di hari yang penuh sukacita ini aku berharap kamu bisa memaafkan dan melupakan semua kesalahanku. Tuhan, kabulkanlah permohonanku ini. Amin
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Putri Antagonis

Kutukan Sang Putri Antagonis

Tulisan tangan Ayra. 'Kau mencintai ayahmu? Mari kita lihat apakah kau sanggup membunuhnya untuk kedua kalinya,' bisik Aurelia pada dirinya sendiri, membaca kalimat pertama surat itu. Ia terkesiap. Jantungnya berdebar kencang. Ini bukan hanya surat biasa. Ini adalah surat yang ditujukan padanya, pada Aurelia, dari dirinya sendiri di dunia lain.
10664 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Ia membuka laptop, membuat sebuah file baru, dan mulai mengetik. Untukmu yang masih kusebut dalam doa, Aku tidak tahu apa gunanya menulis ini. Mungkin aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri. Mungkin aku hanya ingin berpura-pura seolah aku bisa mengirimkan surat ini kepadamu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Benakku penuh tanya, untuk apa Mami menulis surat segala? Kubuka cepat amplop yang hanya ditutup tanpa segel lem tersebut. Ada selembar surat yang dilipat dua. Warna kertasnya sama-sama merah muda. Bedanya kertas ini mengeluarkan wangi harum bunga mawar yang lembut membelai indera penciumanku. Astaga, seperti surat cinta zaman dulu, pikirku. To: Riri Mustika From: Your Boss
10119.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Kadang yang bikin orang hancur bukan surat, tapi rasa percaya diri yang berlebihan. Aku cuma butuh waktu, Andri. Waktu dan titik lemah mereka.” Sementara itu di rumah Arga, Aisyah tengah menjemur pakaian ketika seorang tukang pos datang membawa amplop cokelat. “Pak Arga di rumah?” tanya si tukang pos. Aisyah mengangguk, menerima surat itu. Di bagian depan tertulis: “Kepada: Arga & Aisyah — Urusan Pribadi, Rahasia.”
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Skandal Sang Sopir

Skandal Sang Sopir

[To: Keket yang cerewet. Gimana kabar lu? Sengaja gue bikin surat ini buat lu karena gue enggak mau titip pesan sama nyokap lu, bisa aja nanti dilebih atau dikurangkan hehe .... Oh, iya, sengaja gue belikan kalung ini buat lu di–– Gak usah lu tau gue ada di mana, tapi kalung ini gue beli dari duit gue sendiri, bukan dari Papa atau dari Bude. Intinya gue berusaha jadi apa yang lu mau. Lu ingin gue mandiri, kan? Gue udah mandiri dan gue baik-baik aja. Semoga lu selalu bahagia, karena kalau lu bahagia, gue pun bahagia. Kalau lu menderita, gue yang akan bahagiain lu! Udah, gak usah nangis, gue yakin, lu rindu sama gue, kan? Hahaha. Semoga suatu saat kita bertemu. Bye, Ket! - Calvin Liam-]
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Surat yang Tidak Ditujukan pada Siapa-Siapa Di satu malam yang sunyi, di sebuah ruangan tua di pinggir pesantren yang tak pernah digunakan lagi, Kapten Arya menemukan sesuatu. Sebuah surat, tergulung rapi di dalam botol tinta yang sudah mengering. Isinya hanya satu kalimat: "Tulisan yang tidak selesai akan membuka pintu bagi mereka yang tidak pernah dimaksudkan untuk hidup." Kapten Arya terdiam. Kalimat itu bukan peringatan—itu ancaman.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai surat untuk diri sendiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status