Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)
Setiap bisikan Sukma di telinganya, setiap genggaman erat di tangannya adalah pengikat yang membuatnya tidak ingin lepas.
Setelah pergulatan panjang yang begitu panas, sarat keintiman, Jagat dan Sukma memasuki ruang mandi. Tidak ada kata yang terucap, hanya suara gemericik air yang jatuh dari pancuran, memantul di dinding batu yang dingin. Sukma menundukkan kepala, membiarkan air menyusuri rambutnya, menitik ke wajah, lalu jatuh ke lekuk bahu. Jagat berdiri di sisinya, matanya tidak lepas dari sosok rapuh itu. Dalam hening, tangannya terulur, menyibakkan helaian rambut Sukma yang basah, menyingkap wajah yang masih berkilau bekas malam.