Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

ucap Banyu tanpa merasa bersalah. “Si anying. Kapan gue jajan? Hah? Gue gak suka menabur benih sembarangan. Dan lagi, gue suka yang bersih,” ucap Attar sambil bergidik ngeri membayangkan resiko yang akan didapat jika sembarangan bermain demi menuntaskan hasratnya.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Sejuknya AC membuat Laureta sedikit lebih kalem sekarang. “Kamu suka makanan pedas?” tanya Kian sambil melihat-lihat menu. “Suka,” jawab Laureta singkat. Kian memesan makanan nusantara supaya wanita itu tidak merasa asing dengan makanannya. Seingatnya, Laureta seperti yang tidak begitu suka dengan makanan barat. Salmon Sambal Matah adalah pilihan terbaik untuk Laureta.
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
NAIK LEVEL JADI ISTRI DUDA

NAIK LEVEL JADI ISTRI DUDA

tanya Sivia. "Aku membawa klapertart, udang crispy saus mentai, capcay ampela ati dengan nasi dan dessertnya puding brownies," Nalini menjelaskan sambil menata makanan di atas meja. "Aku mau semuanya kecuali capcay yang penuh dengan sayuran," kata Sivia sambil menunjuk ke arah capcay itu. "Kau tetap harus mengkonsumsi sayuran agar tetap sehat," kata Nalini membujuk.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Menjemput Senja di Langit Palu

Menjemput Senja di Langit Palu

Senyumku tanpa sadar melebar. Suara Attila kembali terdengar. "Apakah kau suka makanan pedas?" "Iya. Aku suka makanan pedas." Ponselku kembali bergetar. Sebuah foto cabai rawit memenuhi layar. "Aman," katanya, disusul tawa pelan. Aku ikut tertawa. Tak lama kemudian, satu foto lagi masuk. Sepiring Bulgur Pilavı dengan potongan tomat, paprika, dan taburan peterseli memenuhi layar ponselku.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
DJ Sexi Obsesi Tuan Muda

DJ Sexi Obsesi Tuan Muda

"Maka dari itu, aku menawari mu makanan ini. Ayo, buka mulutmu. Biar aku suapi." "T-tunggu! Apa ini?" Nicko menghindar saat Adita ingin menyuapinya. "Ini ikan asap. Ayolah, rasanya sangat enak!" Nicko terpaksa membuka mulutnya, Adita segera menjejali mulut Nicko dengan ikan asap yang dipegangnya.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Pinta Tang Rui sambil menunjuk sate buah yang dijajakan di kios yang ada di depan mereka. Tanpa ragu Shizi pun menuruti kemauan Tang Rui dan membelikan Tanghulu untuknya dan untuk Wang Suyi serta Putri Nara. Ia membeli empat tusuk sate buah yang biasanya terdiri dari anggur, hawthorn, strawberry yang disiram dengan sirup manis yang kemudian berubah menjadi keras. Tampak mereka menikmati makanan manis dengan warna merah menyala tersebut.
9.4163.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai tatapan sayu
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Diusir Ipar Setelah Suami Tiada

Diusir Ipar Setelah Suami Tiada

tanyanya. "Iya, sup ikan. Namanya Pindang Ikan Kakap," jelasku, sembari memundurkan langkah memberi ruang kepadanya. Aroma khas laki-laki yang menguar dari tubuhnya membuatku tidak nyaman. "Iiih, tidak amis? Enak?" tanyanya meragukan hasil masakanku. Wajahnya menoleh ke arahklui sambil menyengir aneh.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

“Baiklah.” Kucuci tanganku dengan air pancuran yang berada di depan saung.Berbentuk kendi, yang membuat kesan alami begitu kental di tempat ini. Lalu kutuangkan nasi putih yang masih mengepul, dengan ikan nilagoreng dan sambal tomat. “Mas, buka mulutmu,” ucapku, mendekatkan suapanku ke dekat bibirnya. “Apa ini, Sayang?” tanyanya.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Goodbye School

Goodbye School

Kembali ke Ayra, perutnya yang sejak tadi terasa lapar, kini pun berbunyi seakan memanggil-manggil makanan agar segera mengisi perut. “Wah, kamu udah kelaperan?” “Ya iyalah. Udah nunggu dari tadi,” ketus Ayra. Bibirnya manyun dengan wajah yang ditekuk. “Sini, Sayang. Aku udah beliin semua yang kamu mau. Kayaknya masih hangat, deh.” Attar menuntun Ayra supaya mereka duduk di sofa tamu. “Aku beli lebih banyak dari apa yang kamu pesan. Ada yang lain juga selain sate sama buah anggur. Lihat aja, deh.”
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

"Ma-maaf, sampai lupa. Silahkan masuk Bu Evi, Bu Atik!" "Memangnya masak berapa menu buat Emak?" tanyaku. "Pagi ini Emak minta dimasakin gulai daun singkong dan ikan asin." "Oh …." Aku dan Bu Atik saling menatap, kode untuk mulai melakukan tugas masing-masing. Bu Atik berusaha mengalihkan pandangan Mbak Icik dengan mengajaknya ngobrol. Dengan cepat aku pun berjalan ke arah wajan berisi gulai daun singkong yang belum matang. Mengeluarkan plastik berisi bubuk warna putih yang aku beli secara online.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai tatapan sayu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status