Goodbye School
Kembali ke Ayra, perutnya yang sejak tadi terasa lapar, kini pun berbunyi seakan memanggil-manggil makanan agar segera mengisi perut.
“Wah, kamu udah kelaperan?”
“Ya iyalah. Udah nunggu dari tadi,” ketus Ayra. Bibirnya manyun dengan wajah yang ditekuk.
“Sini, Sayang. Aku udah beliin semua yang kamu mau. Kayaknya masih hangat, deh.” Attar menuntun Ayra supaya mereka duduk di sofa tamu. “Aku beli lebih banyak dari apa yang kamu pesan. Ada yang lain juga selain sate sama buah anggur. Lihat aja, deh.”
Bab Populer