BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
"Kita harus cepat! Musim hujan hampir tiba!" perintahku tegas. Suaraku memecah keheningan lereng, mencoba menarik mereka kembali dari euforia yang menghanyutkan.
Di bawah kakiku, Bonaga masih bersujud, terus merapalkan puja-puji kepada Debata Raja Mula Jadi Nabolon. Aku hanya terdiam memperhatikannya. Di zaman modernku, aku mengenal Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa, namun di sini, aku melihat manifestasi keimanan yang berbeda namun sama tulusnya.